Buruh Tuntut Kenaikkan Upah, Hyundai Investasi Pabrik Baru Bergaji Murah

 

Produksi SUV mungil Hyundai Casper – dok.Nikkei

Seoul, Motoris – Sudah beberapa kali Hyundai menghadapi tuntutan dari serikat pekerja di pabriknya – khususnya pabrik tempat produksi mobil listrik – agar upah mereka dinaikkan. Tak pelak manajemen pabrikan pun dibuat pusing tujuh keliling karena aksi-aksi para pekerja itu menyebabkan terganggunya proses produksi.

Menghadapi situasi yang seakan tak berujung itu, seperti dilaporkan Nikkei belum lama ini, Hyundai memainkan siasat anyar yakni berinvestasi di pabrik yang benar-benar baru. Cara ini dinilai lebih cespleng. Tak hanya untuk mobil listrik saja tetapi juga mobil biasa.

Terlebih upah buruh di pabrik anyar itu cuma setengah atau hanya 50% dari upah pekerja di pabrik Hyundai saat ini. Bahkan, di bawah rata-rata upah buruh secara nasional.

Pabrik baru itu adalah pabrik milik perusahaan yang baru didirikan dan dipimpin oleh pemerintah kota Gwangju bernama Gwangju Global Motors (GGM). Perusahaan yang berspesialisasi memproduksi mobil kecil tersebut dimodali oleh Hyundai dan beberapa pihak lainnya.

Hyundai Casper, SUV kompak Hyundai yang juga akan ditujukan untuk pasar global – dok.Istimewa

“Gwangju ingin menarik industri dan menciptakan lapangan kerja, dan Hyundai sedang mencari pabrik yang dapat mengalihdayakan produksi dengan biaya rendah,” tulis Nikkei.

GMW tercatat sebagai pabrik mobil pertama yang didirikan di Korea Selatan dalam 23 tahun terakhir. Pabrik ini  berencana memproduksi 70.000 unit  mobil saban tahunnya.

Pabrik berupah setengah
Menurut laporan Nikkei Asia, pabrik GGM didirikan tanpa serikat pekerja. Upah pekerjanya pun hanya setengah dibanding upah pekerja pabrik Hyundai sendiri.

Jika upah rata-rata pekerja di pabrik Hyundai saat ini mencapai 88 juta won, pekerja pabrik GGM, akan diupah 35 juta won. Nilai ini juga di bawah rata-rata upah karyawan perusahaan nasional. rata-rata secara nasional yang sebesar 42 juta won.

Namun mereka akan diberikan perumahan dan tunjangan oleh pemerintah guna membantu mereka mempertahankan kualitas hidup. Dengan begitu, para pekerja diyakini masih akan bisa hidup secara layak.

Peluncuran Hyundai Casper hasil produksi perdana di pabrik GGM- dok.Istimewa via Worlddakkam

Porsi kepemilikan saham Hyundai di GGM hanya 19%. Pemerintah Kota Gwangju menggenggam saham mayoritas sebesar 21%, sedangkan Gwangju Bank dan Industrial Bank of Korea masing-masing memiliki 11% dan sisnya dimiliki perusahaan lokal lainnya.

Kendati demikian, langkah ini sangat penting bagi Hyundai dalam penetapan harga dan posisi mobil mungil buatannya Hyundai Casper. Mobil ini dibanderol mulai dari 13,85 juta won dan kabarnya telah terjual 10.000 unit.

Seperti diketahui pergeseran pabrikan ke mobil listrik telah memunculkan persoalan tersendiri. Konstruksi yang tidak terlalu rumit otomatis membutuhkan lebih sedikit pekerja.

Mobil listrik HYundai Ioniq 5 – dok.RailyNews

Hal seperti ini juga dialami Hyundai saat memproduksi Ioniq 5. Bahkan proses pembuatan mobil setrum itu terancam di awal tahun lalu, yakni ketika pimpinan serikat pekerja memperdebatkan jam kerja dan jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk membuat EV di pabrik Ulsan di Korea Selatan tersebut.

Para buruh bahkan meminta kenaikkan upah. Ini yang membuat pusing manajemen pabrikan terbesar di Korea Selatan itu. (Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This