Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS, Suzuki Bergeming

Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS, Suzuki Bergeming

Tangerang, Motoris – Nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah hingga menyentuh Rp 14.000 lebih per dolar. Kendati begitu, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bergeming, belum berniat mengerek harga jual produk demi mempertajam daya saing.

“Kami menyadari bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar dan sejumlah mata uang asing terus terjadi. Tapi, bukan berarti kami akan dengan serta merta menaikan harga jual,” ucap Direktur Pemasaran SIS Donny Saputra di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (9/5/2018).

Menurutnya, komponen harga jual sebuah produk terdiri dari tiga variabel. Pertama, ongkos produksi. Ongkos ini terkait dengan bahan baku, biaya tenaga kerja, serta penyisihan untuk investasi.

Eksekutif PT SIS saat memaparkan ongkos peawatan All New Ertiga – dok.Motoris

Kedua, memenuhi regulasi dari pemerintah. Aspek ini terdiri dari besaran tarif perpajakan, retribusi, dan tarif non pajak seperti Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), Bea Balik Nama (BBN) dan lain-lain.

Sedangkan yang ketiga adalah variabel kompetisi alias persaingan dengan produk sejenis merek lain. Penentuan harga yang tepat dengan besaran pas, terlebih fitur yang banyak akan menjadi daya saing tersendiri.

Terlebih, kandungan lokal mobil Suzuki juga sudah banyak. All New Ertiga misalnya, telah mencapai 88% sehingga tak banyak dolar yang digunakan untuk mengimpor bahan baku.

Baca juga: Ini Hasil Tes Tabrak Toyota All New Rush

Lindung nilai
Sedangkan untuk transaksi impor, Suzuki melakukan lindung nilai rupiah dengan mata uang asing lainnya selain dolar. “Dengan Yen Jepang misalnya. Jadi, ada gejolak kita tetap aman,” imbuhnya.

Berbeda dengan Suzuki, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) awal Mei ini mengerek harga Mitsubishi Xpander. Meski, seperti dikatakan Head of Sales and Marketing MMKSI Imam Choeru Cahya, naiknya harga hingga Rp 3 juta itu bukan semata-mata karena melemahnya rupiah terhadap dolar.

Mitsubishi Xpander yang dijajakan di IIMS 2018 – dok.Motoris

“Untuk SPK bulan Mei kita itu naik harga sekitar Rp 3 juta. Tapi ini bukan semata-mata karena pengaruh ke dolar saja, ada hal lain juga,” ucap Imam di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Sebelumnya, di JiExpo, Kemayoran , Jakarta saat di hajatan Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2018, Senin (23/5/2018) kepada Motoris Imam sempat mengatakan di awal tahun sejatinya harga Xpander dikerek Rp 5 juta. Nilai sebesar itu, sudah termasuk penyesuaian BBN yang besarannya Rp 3 juta.

“Nah, karena kita memberikan apresiasi kepada konsumen yang telah antusias meminati Xpander ini, maka kita berikan subsidi sebesar Rp 3 juta. Jadi mereka cukup membayar kenaikan itu Rp 2 juta. Nah, sekarang subisidi ini kita cabut pada awal Mei,” kata Imam. (Ara/Kpr)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This