Keputusan Investasi Hyundai Alot, Minta Insentif Lebih

Keputusan Investasi Hyundai Alot, Minta Insentif Lebih
Ilustrasi mobil buatan Hyundai Motor, Hyundai KX5, SUV terbaru Hyundai yang diluncurkan di Guangzhou Auto Show 2018 - dok.Yonhap

Jakarta, Motoris – Saat ini pabrikan asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company, ingin berinvestasi di Asia Tenggara – terutama di Indonesia dan alternatifnya di Vietnam – sebagai cara untuk menggenjot kinerjanya secara global. Di Indonesia Hyundai berusaha keras mendapatkan insentif yang lebih besar karena lebih dari 57% produknya akan diekspor.

“Sebenarnya secara prinsip sih Indonesia sudah oke dengan rencana investasi itu. Tetapi, mereka (Hyundai) minta insentif yang lebih karena nantinya akan aktif mengekspor sekitar 60% produknya atau bahkan lebih. Dengan alasan, kegiatan ekspor itu sejalan dengan tujuan pemerintah (menggalakan ekspor) dan memberi nilai tambah,” tutur kolega Motoris di Badan Koordinasi Penanaman Modal saat dihubungi, Senin (7/1/2019) malam.

Keseriusan Hyundai untuk berinvestasi di Indonesia juga diakui Direktur Jenderal (Dirjen) Industri, Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto. Kepada Reuters, belum lama ini, dia mengatakan Hyundai mengatakan akan memproduksi kendaraan sebanyak 250.000 unit saban tahunnya.

“Sebagian besar akan diekspor ke kawasan regional Asia Tenggara, dan Australia,” ujar Harjanto.

Ilustrasi All New Hyundai Santa Fe saat di tes jalan di sela-sela acara GIIAS 2018- dok.Motoris

Namun, dari analisa Motoris, jika Hyundai meminta lebih itu bisa dimengerti. Pasalnya, di Indonesia kinerjanya masih belum masuk dalam skala kelayakan ekonomi untuk memproduksi produknya secara lokal.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang Januari-November 2018 kemarin, total penjualan ritel Hyundai hanya sebanyak 1.349 unit. Jumlah itu hanya setara dengan 0,1% dari total penjualan mobil di Tanah Air dalam rentang waktu 11 bulan tersebut.

Ekspansi
Sejak pertengahan tahun ini Hyundai sudah berancang-ancang untuk melakukan ekspansi ke wilayah Asia Tenggara setelah penjualannya terus terdesak di Cina dan Amerika Serikat. Juru Bicara Beijing Automotive Industry Holding Co – perusahaan kongsi antara pabrikan lokal Cina dengan Hyundai – Zhao Jun mengonfirmasi rencana tersebut.

“Ya, kami berencana untuk mengekspor mobil ke Asia Tenggara secepatnya pada akhir tahun ini (akhor 2018). Model yang akan dikirim disesuaikan dengan permintaan lokal,” tutur Zhao seperti dikutip Reuters, 30 Agustus 2018 lalu.

Minat Hyundai ke wilayah Asia Tenggara semakin menggebu karena penjualannya masih tumbuh. Data LMC Automotive menunjukan sepanjang semester pertama 2018 lalu, penjualan Hyundai-Kia Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam naik 26% menjadi 71.874 unit.

Hyundai i30 dan Jessica Jung, sama-sama cantik. dok. suwalls.com

Sedangkan di Cina, penjualan Hyundai – termasuk anak usahanya Kia Motors – terus menciut dan bahkan posisinya yang berada di urutan ketiga terlaris telah tergeser. Begitu pula di Amerika Serikat, sehingga total penjualan di seluruh dunia sepanjang 2018 lalu, hanya 7,3 juta unit. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This