Viral Dianggap Curang, Pengelola SPBU Condet Kecewa

Jakarta, Motoris – SPBU Pertamina dengan nomor 43-13501 di Condet, Jakarta Timur, dikabarkan melakukan kecurangan terhadap takaran BBM yang dipasarkan. Aksi kecurangan ini akhirnya menjadi perhatian publik karena diviralkan melalui Youtube melaui akun Facebook @PrakosoAjiSatrio, Sabtu (24/3/2018) lalu.

Dalam tayangan video tersebut, konsumen SPBU yang menggunakan Nissan Serena dengan pelat nomor B 2224 SBE, tidak terima saat jumlah BBM jenis Pertalite yang diisikan ternyata melebihi kapasitas tangki kendaraan.

Diketahui MPV bongsor tersebut memiliki daya tampung tangki sebesar 60 liter, sementara jumlah Pertalite yang tertuang dalam tangki mencapai 78,10 liter. Hal ini dianggap sangat janggal, sehingga pemilik pun akhirnya mempertanyakan ke pihak pengelola SPBU.

Saat Motoris ke lokasi, Pengawas SPBU bernama Arifin membenarkan kejadian tersebut. Namun menurutnya kondisi tersebut seharusnya suda selesai karena SPBU dan pemilik mobil sudah berdamai.

“Kejadianya itu tanggal 21 Maret, waktu itu memang pemilik mobil komplain masalah meteran disepenser. Tapi kami sudah damai, karena saat itu kita langsung jalankan SOP melakukan takaran bensin dengan pemilik mobil,” ucap Arifin kepada Motoris, di lokasi kejadian (26/3/2018).

Baca juga: Pertamina Mau Produksi Bensin dan Solar Euro5

Ilustrasi pengisian bahan bakar pada mobil. (SUARASURABAYA.net)

Arifin menjelaskan kalau pihaknya langsung melakukan uji tera (pengujian validitas dispenser SPBU) bersama konsumen tersebut. Hasilnya pun tidak ada indikasi kecurangan, konsumen menerima hasil tersebut. Bahkan sebagai upaya permintaan maaf, pihak SPBU memangkas beban biasa yang harus dibayarkan konsumen.

“Kita hanya kenakan di bayar 55 liter, sisanya 25 liter tidak kita kenakan biaya. Itu sudah clear, tapi kenapa malah diviralkan sama dia,” ucap Arifin.

Respons Pertamina

Tidak sampai disitu, atas pemeberitaan dan aduan konsumen, PT Pertamina (Persero) dan Badan Metrologi juga langsung datang ke lokasi melakukan pengujian terhadap mesin dispenser tersebut. Hasilnya juga nihil, tidak ditemui adanya kecurangan yang dilakukan pihak SPBU.

“Usai kejadian kami langsung melakukan uji tera nozzle Pertalite di SPBU itu. Hasilnya semua sudah sesuai standar. Hasil pengujian didapat bahwa nozzle tersebut sudah sesuai standar dengan batas toleransi di bawah -60 ml/20 liter,” kata Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III Dian Hapsari Firasati saat dihubungi Motoris.

Uniknya, ketika ditanya soal kenapa meteran di SPBU tersebut bisa melebih kapasitas tangki, Dian belum bisa mengkonfirmasi hal tersebut. Bahkan Arifin pun mengaku tidak mengetahui kenapa hal tersebut bisa terjadi.

“Yang saya sayangkan ketika itu saya tidak langsung mengecekan kondisi mobil konsumen. Bukan maksud menuduh tapi bisa saja sudah di modifkasi tangkinya atau hal lain. Jadi saat saya mau cek, dia langsung bilang tidak bisa saya harus pergi ada keperluan buru-buru,” ucap Arifin. (SQL)

CATEGORIES
TAGS
Share This