Viar Kangkangi Honda dan Kroni-kroninya

Viar Kangkangi Honda dan Kroni-kroninya

Jakarta – Menjawab kebutuhan moda transportasi roda dua yang ramah lingkungan, PT Triangle Motorindo (TM), produsen Viar Motor Indonesia, bersama Bosch, meluncurkan skuter listrik, Viar Q1. Ini merupakan skuter listrik pertama di Indonesia yang telah dilengkapi dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK), sehingga bisa digunakan di jalan raya.

Itu artinya, Viar mengangkangi raksasa motor Jepang yang menguasai nyaris 100% pasar motor Indonesia, yakni Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Kendati telah puluhan tahun eksis di Indonesia, empat pabrikan itu masih menjual motor bermesin bensin.

Presiden Direktur Viar Ignatius Kartiman mengungkapkan, hadirnya Viar Q1 merupakan inovasi terbaru Viar yang mendukung program pemerintah mengurangi dampak pemanasan global. Viar Q1 menjadi pilihan moda transportasi bagi masyarakat yang efisien, praktis, dan tidak menimbulkan polusi asap.

“Viar Q1 merupakan produk inovatif yang dikembangkan bekerjasama dengan Bosch dan Universitas Gadjah Mada. Ini menjadi salah satu bentuk komitmen kami dalam mendukung pemerintah yang saat ini menginginkan semua pihak untuk bersama-sama memberikan perannya dalam mengurangi masalah pemanasan global dengan menghadirkan kendaraan tanpa polusi asap dan tidak menggunakan bahan bakar minyak seperti tertuang dalam Perpres nomor 22 tahun 2017,” papar Kartiman dalam keterangan resmi, belum lama ini.

Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi global mendukung pengembangan pada komponen tenaga penggerak (driving system), sedangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) berperan dalam melakukan pengembangan berkelanjutan untuk menjadikan Viar Q1 sebagai e-scooter pintar. Hadirnya skuter listrik ramah lingkungan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Director Automotive Electronics Bosch South East Asia Amine Kamel memaparkan, polusi udara akibat penggunaan kendaraan berbahan bakar energi tak terbarukan berkontibusi terbesar terjadinya peningkatan emisi gas rumah kaca. Emisi inilah yang harus dikurangi untuk melawan terjadinya pemanasan global melalui efisiensi energi. Panel diskusi antarpemerintah tentang perubahan iklim (IPCC) dari PBB menyatakan, penggunaan teknologi mampu menstabilkan bahkan mengurangi konsumsi energy pada 2050 mendatang.

“Inilah langkah konsisten yang terus dilakukan oleh Bosch sebagai perusahaan penyedia layanan dan teknologi global. Bosch telah memberikan banyak tawaran solusi, termasuk mengembangkan e-scooter driving system, sebuah inovasi ramah lingkungan yang bertenaga untuk membangun kendaraan bebas emisi,” ujar dia.

Dia menambahkan, pusat penelitian dan produksi e-scooter driving system Bosch berdiri sejak 1999 dan diluncurkan perdana pada 2013. Tahun ini, produk ini bisa hadir untuk pasar Indonesia melalui Viar Q1. (gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This