Gesits Enggak Mau Perlakuan Khusus kayak Merek Asing

Gesits Enggak Mau Perlakuan Khusus kayak Merek Asing

 

Jakarta, Motoris – Skuter listrik karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Gesits, kembali terdengar setelah terakhir mengumumkan kerja sama dengan PT Wijaya Karya Konstruksi (Wikon), sebagai calon produsen massal, Agustus 2017 lalu. Kini, skuter berteknologi serapan dari Zero Motorcycles ini dijajal oleh Menteri Energi Sumbar Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Jonan yang sempat mendengungkan soal rencana pengembangan mobil listrik di Indonesia, akhirnya berjumpa dengan prototipe Gesits. Waktu tes ride, Jonan mengaku terkejut dengan kemampuan Gesits dan langsung jatuh hati, dengan mengatakan niat membeli satu unit.

PT Gesits Technologies Indo (GTI), sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM), juga sudah resmi berdiri, merupakan gabungan dari Garansindo, Wikon, dan ITS. GTI juga yang nantinya bakal menjadi distributor utama Gesits ke diler, baru kemudian bisa sampai ke tangan konsumen.

Sebelumnya, Jonan pernah mendengungkan instruksi Presiden Joko Widodo soal pengembangan mobil listrik Indonesia, Juli 2017. Kala itu, Jonan mengaku lagi menyusun Peraturan Presiden untuk meloloskan rencana ini. Penurunan pajak impor mobil listrik merupakan salah satu target utama, demi merangsang pasar, baru kemudian merakit secara lokal.

Baca juga: Motor Jepang Jangan Cuma Jadi Dracula!

“Saya katakan kepada pak Menteri (Ignasius Jonan), kami tidak perlu insentif-insentif yang aneh-aneh. Tanpa insentif kami optimistis, Gesits mampu diterima dan bersaing di pasar bebas,” kata CEO Garansindo Group Muhammad Al Abdulah.

Level kepercayaan diri Gesits lumayan juga. Padahal, biasanya merek-merek asing yang ada di Indonesia, sebentar-sebentar minta insentif kalau ada gejolak ekonomi. Mau investasi saja minta liburan bayar pajak penghasilan (tax holiday)!

Menteri ESDM Ignatius Jonan. (GTI)

Jangan Wacana

Tetapi, GTI berharap mendapat dukungan penuh pemerintah, salah satunya meneruskan keinginan instruksi tertulis Presiden Jokowi terkait pemanfaatan kendaraan listrik bagi penghematan energi. Jangan biarkan keinginan ini berhenti, hanya sebatas wacana.

Satu-satunya kendala yang bisa diatasi, adalah meningkatkan nilai efisiensi motor listrik, dengan konsep tukar baterai terisi dapat dilakukan di banyak lokasi. Potensi bisnis ini bisa dimanfaatkan perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang energi.

“Tidak hanya PLN, perusahaan BUMN seperti Pertamina juga harus berkontribusi. Bayangkan bila seluruh jaringan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang tersebar di Indonesia ikut menyediakan fasilitas penukaran baterai. Bila konsep ini terwujud maka efisiensi menjadi nyata, sekaligus polemik tentang jarak tempuh dan waktu penggunaan motor listrik tidak lagi beralasan,” kata Al. (SNA)

CATEGORIES
TAGS
Share This