PLN Ubah Colokan Listrik PKL Jadi Tempat Cas Motor Listrik

PLN Ubah Colokan Listrik PKL Jadi Tempat Cas Motor Listrik

Jakarta, Motoris – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) mengklaim telah menyiapkan infrastruktur pengisian arus listrik untuk baterai sepeda motor listrik berupa 1.400 unit Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Sehingga, ketika motor listrik sudah mulai banyak digunakan, masyarakat tak menghadapi masalah dengan pengisian baterai.

“Kalau dilihat di google maps, sekarang ini sudah ada 1.400 unit SPLU di Jakarta,” papar General Manager PLN Disjaya, Muhammad Ikhsan Asaad, saat diskusi tentang mobil listrik, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2018).

Ilustrasi tempat pengecasan sepeda motor listrik di Portland, Oregon, Amerika Serikat- dok.Brammofan

Sebagian dari titik-titik yang dijadikan SPLU itu ada yang awalnya diperuntukan bagi pedagang kaki lima agar mereka tidak menggunakan listrik secara ilegal. Namun, ternyata bisa dikembangkan untuk tempat charging motor listrik.

Tempat pengisian daya baterai kendaraan listrik itu kini juga dibangun di sejumlah perkantoran baik di lingkungan PLN maupun instansi swasta. Salah satunya di Summitmas Tower, Jakarta Selatan, yang baru-baru ini memasangnya.

Sedangkan fasilitas pengecasan baterai mobil listrik, PLN Disjaya baru berencana untuk membangunnya. Ikhsan menyebut, tahun ini ada lima stasiun pengisian yang bakal dibangun. Pembangunan faslitas itu merogoh kocek perusahaan senilai Rp 500 juta atau Rp 100 juta untuk satu unitnya.

Ilustrasi tempat pengisian baterai mobil listrik di Inggris – dok.cheapfleet.co.ukTempat pengisian baterai mobil listrik di Inggris – dok.cheapfleet.co.uk

“Investasinya lebih murah dibanding bangun SPBU. Proses pengerjaannya dibutuhkan waktu lima bulan. Setelah Jakarta, rencananya ke daerah-daerah lain di Indonesia. Tapi, tentunya menunggu Peraturan Presiden (Perpres) mobil listrik terbit,” kata Ikhsan.

Soal pasokan listrik, ia menyebut tak perlu dikhawatirkan. Alasannya, kemampuan listrik PLN cukup memadai. Terlebih, jika tambahan daya dari pembangkit 35 ribu megawatt yang saat ini dalam proses penyelesaian sudah mulai berjalan. “Saat ini saja, ada surplus listrik untuk Jawa Bali samapi 8.000 megawatt,” ujarnya. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This