Tata Motors Masih Diet Jualan Kendaraan Penumpang

Tata Motors Masih Diet Jualan Kendaraan Penumpang

Jakarta, Motoris – Sudah tiga tahun PT Tata Motors Distribusi menghentikan pemasaran kendaraan penumpang (passanger car) di Indonesia. Sekarang, kondisi masih belum berubah.

Kebijakan ini mereka sebut bukan karena menyerah, apalagi silau dengan merek lain, tetapi lebih sebagai strategi. Ibarat orang diet, Tata Motors masih menghindari mengonsumsi pendapatan dari segmen mobil penumpang.

“Sekali lagi, kami tegaskan cara kami ini bukan karena menyerah. Tetapi, saya rasa dalam pemasaran atau apapun bisnisnya strategi itu penting. Nah, kami memiliki strategi dengan melihat skala prioritas,” kata Direktur Penjualan dan Pemasaran PT TMDI, Pankaj Jain, saat dikonfirmasi Motoris di sela acara buka puasa bersama di Jakarta, Senin (4/6/2018).

Menururnya, strategi Tata Motors di Indonesia adalah memperkuat citra merek dan sekaligus terus memperluas awareness masyarakat terhadap merek asal India tersebut. Sebab, lanjut Pankaj, brand bukanlah sekadar nama. Juga bukan hanya soal produk.

Baca juga: Pikap Mungil Daihatsu Hi-Max Megap-megap

Logo Tata Motors – dok.Istimewa

“Tetapi brand juga bagaimana men-delivery nilai-nilai dan kualitas produk. Karena itu jaringan, baik itu penjualan, purna jual seperti perawatan dan perbaikan kendaraan, suku cadang, bahkan komunikasi dua arah antara pelanggan dengan Tata sangat penting diperkuat terlebih dahulu. Artinya, value for money benar-benar diwujudkan secara maksimal,” kata Pankaj menjelaskan.

Lantaran itulah, Pankaj menyebut strategi yang diramu kembali sejak tahun 2015 lalu itu sebagai ‘mundur selangkah, untuk melompat hingga beberapa langkah ke depan’. Pilihan pun ditetapkan untuk konsentrasi ke kendaraan komersial mulai dari pikap kecil hingga truk berat atau heavy duty truck.

Hasilnya, tren penjualan kendaraan komersial terus positif. Tahun fiskal tahun lalu, 2017/2018 yang berakhir Maret lalu, TMDI berhasil membukukan kenaikan penjualan 22%. ”Jadi pilihan strategi kami tidak meleset. Kami berkonsentrasi ke kendaraan komersial,” ucap Pankaj.

Terbesar di ASEAN
Pernyataan Pankaj diamini Presiden Direktur TMDI Biswadev Sengupta. Menurutnya, pilihan untuk berkonsentrasi ke penjualan kendaraan komersial didasari fakta Indonesia merupakan negara sedang berkembang yang akan terus memacu pembangunan.

Baca juga: Pikap Panther Jeblok. Isuzu Coba Genjot Traga

Biswadev Sengupta, Presiden Direktur PT TMDI – dok.Motoris

“Indonesia seperti India yang merupakan negara sedang berkembang, akan terus memacu perkembangan sarana dan prasarana infrastruktur untuk menjadi pijakan pembangunan ekonominya. Sedangkan, pembangunan ekonomi akan terus terjadi sepanjang masa. Bicara potensi ekonomi, Indonesia memiliki sumberdaya yang besar. Nah semua itu tentu butuh kendaraan komersial,” ungkap Biswadev.

Bahkan, lanjut Biswadev, Tata Motors menempatkan Indonesia sebagai terpenting di kawasan ASEAN. Dengan pertimbangan itulah, kendaraan komersial diprioritaskan terlebih dahulu. “Kalau brand sudah kuat, jaringan terbangun dan sudah berjalan dengan maksimal, saatnya nanti kami kembali ke kendaraan penumpang,” ucapnya tanpa bersedia menyebut waktunya.

Model baru di GIIAS

Kini, TMDI terus berusaha menggelontorkan model-model baru kendaraan komersial Tata ke pasar Indonesia. Bahkan di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, pada 2-12 Agustus nanti, TMDI akan menghadirkan tiga hingga empat model baru.

Tata Prima 2528K, salah satu andalan penjualan Tata Motors di Indonesia – dok.Tetitah.com

Model anyar itu merupakan varian terbaru dari Prima Series. Sampai saat ini TMDI telah memasarkan beerapa model Prima seperti Prima LX 2528.K, Prima 4023.S, Prima 4028.S dan Prima 4928.S.
Sementara, di saat yang sama, pengembangan jaringan terus dilakukan. Targetnya, tahun ini sudah ada 45 diler yang berdiri di berbagai daerah di Indonesia.

“Tahun kami targetkan bisa memiliki 40-45 dealer 3S di Indonesia. Wilayah Kalimantan seperti Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan dan Pontianak menjadi konsetrasi kami. Karena dinamika wilayah ini begitu kuat seiring dengan komoditas tambang yang dihasilkan,” imbuh Biswadev. (Ara)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Kualitas Mobil Honda CR-V Diragukan.

CATEGORIES
TAGS
Share This