Biar Enggak Boncos, Kia Coba Tahan Harga

Biar Enggak Boncos, Kia Coba Tahan Harga

Jakarta, Motoris – Target penjualan Kia di Indonesia periode 2018 ini diturunkan sekitar 40 persen dari pencapaian tahun lalu. Langkah tersebut dilakukan mengingat persaingan di pasar otomotif nasional semakin ketat, dan juga karena pengaruh ekonomi yang belum stabil.

Selain menciutkan target penjualan, PT Kia Mobil Indonesia (KMI) juga bermain defensif demi tetap bertahan dan bersaing dengan merek lain di pasar otomotif Tanah Air. Salah satunya dengan menahan harga jual mobil agar tetap kompetitif, sehingga masyarakat masih melirik Kia ketika membeli.

General Manager Business Development PT KMI Harry Yanto, menjelaskan, bahwa sejak awal tahun sampai sekarang, baru Grand Sedona yang naik harga, itupun hanya penyesuaian bea balik nama (BBN) per tahun, sementara untuk model lain belum naik sama sekali.

“Boleh dicek harga tahun lalu berapa, dan tahun ini berapa untuk Rio dan yang lainnya tetap sama karena tidak kita naikkan,” kata Harry di Pluit, Jakarta Utara, Rabu (18/7/2018).

Baca juga: Kia Indonesia Lagi Sesak Napas

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-All New Jimny Meluncur, SIS Survei Harga.

Harry menambahkan, Kia bukanlah pemimpin pasar yang dengan mudah bisa langsung menyesuaikan apabila ada pergerakan terutama dalam kenaikan US$ dollar dan juga suku bunga bank.

Jika mengikuti strategi yang diterapkan oleh merek otomotif asal Jepang, Harry mengaku penjualan Kia bisa lebih buruk lagi dari sekarang, karena tidak bisa bersaing dari sisi harga, meskipun secara produk punya kualitas lebih dari kompetitor.

“Jadi mau tidak mau kita harus melakukan cara ini, menahan harga yang belum tahu kami lakukan sampai kapan,” ujar Harry.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) wholesales Kia selama enam bulan pertama 2018 ini hanya menjual 122 unit. Itupun berkat penjualan Januari hingga Maret 2018 saja. (kpr)

CATEGORIES
TAGS
Share This