Dolar Perkasa, Penjualan Mobkas Kian Melaju

Dolar Perkasa, Penjualan Mobkas Kian Melaju

Jakarta, Motoris –Menguatnya dolar AS terhadap rupiah yang semakin menekan harga mobil baru, meluasnya cakupan wilayah kebijakan pelat nomor mobil ganjil-genap telah membawa berkah bagi pasar mobil bekas. Setidaknya, di tujuh bulan pertama tahun ini penjualan mobil seken semakin melaju.

Setidaknya, itulah yang terjadi di bursa mobil bekas WTC Mangga Dua, Jakarta, dalam enam bulan terakhir ini. Menurut Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, sejumlah APM (agen pemegang mereka) yang sudah mengerek harga jual mobil-mobil baru sejak dolar menyentuh angka Rp 14.300 menjadikan masyarakat yang ingin membeli mobil baru, buru-buru menjual mobil mereka.

Akibatnya, saat ini banyak mobil-mobil relatif baru di bursa mobil bekas. Di sisi lain, harga mobil semakin mahal dan dirasa tidak terjangkau oleh mereka yang ingin membeli mobil tetapi dana terbatas.

“Apakagi, saat ini dolar sudah Rp 14.500. Sehingga banyak masyarakat yang mendapatkan jawaban dari apa yang mereka inginkan, punya mobil idaman dengan harga yang bisa dijangkau. Nah, ini sudah kami alami sejak awal tahun ini,” kata Herjanto saat dihubungi Motoris, Selasa (24/7/2018).

Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta – dok.Otomart.id

Terlebih, tak sedikit pula masyarakat di kawasan Jabodetabek yang mencari mobil alternatif terkait dengan kebijakan pelat nomor ganjil genap. Mereka berusaha melengkapi sarana transportasinya agar bisa digunakan di setiap hari meski jadwal mobil berpelat nomor ganjil atau genap tiba.

“Jadi sekarang ini, pasar mobil bekas dapat durian runtuh istilahnya. Rata-rata per bulan di WTC  penjualan mencapai 2.750 – 2.800 unit. Ini enggak disangka, karena sebelumnya kita estimasi per buan paling hanya 2.200 – 2.300-an unit. Sekarang di minggu ketiga Juli jualan sudah 2.600-an unit. Mobil yang paling laris di sini, mobil dengan rentang harga Rp 100-200 jutaan,” ujar Heri menjelaskan.

Sedangkan mobil yang paling banyak dicari oleh konsumen adalah jenis low MPV seperti Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Toyota Calya, dan Daihatsu Sigra. Selain itu mobil jenis citycar juga menjadi buruan seperti Honda Jazz, Agya, Ayla, dan Honda Brio.

Dukungan leasing
Besarnya potensi pasar mobil bekas di tahun ini juga diakui pemilik showroom mobil bekas Bintang Karoma Motor, Ciledug, Kota Tangerang, Maman Faturrochman. Menurutnya, banyak konsumen yang tertarik dengan mobil seken di showroom karena mobil yang ditawarkan adalah model-model terkini.

“Tahun kemarin dan di awal tahun ini banyak model baru, jadi model lama yang masih berusia pakai tiga atau empat tahun. Atau rata-rata yang di showroom enam tahun sampai tujuh tahun. Harganya juga jauh lebih miring. Itu yang jadi daya tarik,” kata dia saat dihubungi Motoris, Selasa (24/7/2018).

Ilustrasi shoowroom mobil seken – dok.cekaje.com

Mobil yang banyak diminati konsumen adalah mobil-mobil LMPV dan Citycar dengan rentang harganya antara Rp 70 – 200 jutaan. “Mobil dengan harga ini banyak yang berusia maksimum10 tahun. Itu yang paling banyak diminati,” kata Maman.

Faktor lain yang turut mendorong minat pembeli adalah proses transaksi yang semakin kudah karena dukungan lembaga pembiayaan. Tak hanya leasing-leasing besar saja yang berminat mendanai pembelian, tetapi juga leasing skala kecil. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This