Tetap Memikat, Penjualan Avanza Masih Normal

Tetap Memikat, Penjualan Avanza Masih Normal

Tangerang, Motoris– Magnet daya pikat Toyota Avanza masih di masyarakat masih sangat kuat, meski usianya telah memasuki 14 tahun. Terbukti, penjualannya masih oke, bahkan kalau dicermati hingga semester satu tahun ini masih di atas batas normal.

Data Gaikindo menunjukan, wholesales Toyota Avanza di enam bulan pertama atau Januari-Juni tahun ini masih 39.455 unit. Angka penjualan sebanyak ini terbilang luar biasa untuk sebuah model dengan siklus usia di pasar 14 tahun.

“Tentu ini sebuah capaian yang luar biasa. Rata-rata penjualan setiap bulan masih 6.000 – 7.000 unit. Ini masih di level normal,” kata Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto, saat ditemui di arena penyelenggaraan GIIAS 2018, ICE BSD City, Tangerang, belum lama ini.

Memang, Soerjo tak menampik di kuartal pertama tahun ini Low MPV Toyota ini untuk pertamakalinya disalip pesaing dalam penjualan. Namun, kata dia, hal itu juga tak lepas dari strategi TAM dalam merespon dinamika pasar.

“Sudah hampir 14 tahun, ada diantara penggemar Avanza yang beralih ke SUV (Sport Utility Vehicle). Karena itulah, di saat itu juga kami konsentrasi dulu ke produksi SUV Toyota Rush. Ternyata cukup berhasil, permintaan Rush meningkat, dan kinerja Avanza tetap terjaga,” ungkap Soerjo.

Baca juga: Toyota Indonesia Paling Siap Garap Pasar Mobil Hybrid

Toyota Avanza yang bisa menjadi bagian dari berkemah tengah dipajang di gelaran GIIAS 2018 – dok.Motoris

Fungsional
Menurut Soerjo, ada banyak hal yang membuat Avanza tetap bertahan di pasar otonomotif nasional. Salah satunya, karakter loyalis MPV berjuluk ‘Mobil Sejuta Umat’ ini yang lebih mementingkan fungsional ketimbang tampilan.

Banyk faktor yang membuat Avanza masih sangat diminati oleh konsumen, sebut Soerjo. Sistem penggerak roda belakang yang dipakai Avanza sejak lahir di negeri ini, tahun 2004 hingga kini adalah salah satunya.

Kekuatannya dalam menapak jalan menanjak, tak lepas dari sistem penggerak seperti itu. Selain itu, masyarakat Indonesia yang beriorentasi jangka panjang yakni mobil bisa dipakai dalam kondisi tetap nyaman hingga 10 tahun lebih juga menjadi faktor yang mendorong memilih Avanza.

Faktor lainnya adalah, nilai jual kembali Avanza yang masih di atas rata-rata harga mobil sekelas dan sejenis di pasar seken. “Bagi masyarakat Indonesia, nilai jual kembali mobil merupakan faktor penting dalam pertimbangan menentukan pilihan mobil yang akan dibeli,” kata Soerjo menjelaskan.

Baca juga: Toyota Fortuner TTI Jadi Pusat Perhatian di GIIAS 2018

Toyota Avanza Veloz masih menjadi daya pikat booth Toyota di GIIAS 2018 – dok.Motoris

Brand Value
Lantaran itulah, Toyota yang memiliki konsep manajemen produk jangka panjang juga memikirkan perjalanan sebuah model dari awal hingga akhir, dari A hingga Z. Hal itu, dibuktikan dengan layanan purna jual dengan menyuguhkan kemudahan mendapatkan komponen mobil buatan Toyota terbaru hingga model jadul sekalipun.

Layanan ini tercakup dilayanan jaringan diler Toyota yang mencapai 300 iler di seluruh Indonesia. Bahkan, toko penjualan sparepart maupun bengkel-bengkel non resmi Toyota yang cukup cakap dan paham saat menangani perbaikan Toyota Avanza, juga menjadi penopang ke kuatan Avanza.

“Itulah kekuatan brand Toyota. Brand value Toyota, tidak terkecuali Avanza, memang begitu nyata,” imbuh Soerjo.– ** (Native Article)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Toyota Indonesia Paling Siap Garap Pasar Mobil Hybrid.

 

CATEGORIES
TAGS
Share This