SIS Kapan Saja Bisa Jual Suzuki Swift Hybrid, Asal….

SIS Kapan Saja Bisa Jual Suzuki Swift Hybrid, Asal….

Tangerang, Motoris – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memperkenalkan Suzuki All New Swift Strong Hybrid dalam ajang GIIAS 2018 yang berlangsung 2-12 Agustus di ICE, BSD City, Tangerang. Mobil yang memadukan mesin Dual Jet dengan Motor Generator Unit (MGU) itu telah diuji di Jepang dan hasilnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mencapai 32 kilometer per liter.

Head of 4W Product Development & Accessories PT SIS, Yulius Purwanto, mengatakan kehadiran Swift hybrid ini selain sebagai unjuk keunggulan teknologi Suzuki juga menjadi bukti bahwa Suzuki sudah siap dengan era mobil ramah lingkungan terelektrifikasi.

“Jadi, dengan kehadiran Swift hybrid ini, maka kami juga siap mewujudkan target pemerintah yang mematok jumlah mobil ramah lingkungan rendah emisi (LCEV) yang besarannya akan terus ditingkatkan mulai tahun 2020 nanti hingga seterusnya,” paparnya di booth Suzuki GIIAS 2018, ICE, BSD City, Tangerang, Rabu (8/8/2018).

Sementara itu, 4W Head of Brand Development and Marketing Research, Harold Donel  mengatakan dengan hadirnya Swift ini pihaknya juga siap kapan saja menggelontorkannya secara massal. Dengan catatan, regulasi pemerintah juga mendukung.

“Karena mobil berteknologi hybrid itu lebih mahal. Maklum karena ada teknologi listrik. Sehingga, jikalau aturan pemerintah memberikan stimulus sebagai sarana stimulus mendorong pemasyarakatan mobil ramah lingkungan, kapan pun kami siap membawanya ke mari (Indonesia). Kan dengan insentif itu harga bisa lebih miring,” kata dia saat ditemui di tempat yang sama.

Baca juga: Swift Turbo Setan Merah “Ngerih”

Suzuki Swift Hybrid di booth Suzuki GIIAS 2018 – dok,pricelistsuzuki.com

Sementara, Yulius mengatakan secara teknis, SWift memang sangat sesuai dengan upaya mendorong pengurangan emisi karbon.”Sistem hybrid-nya mendorong efisiensi konsumi BBM. Jadi layak untuk mendapatkan insentif,” ucapnya.

Swift hybrid menawarkan dua jenis mode mengemudi yakni standar mode dengan kecepatan tinggi dan mode efisiensi bahan bakar dengan EV (Electric Vehicle). Yulis menyebut pada saat laju kecepatan mobil di bawah 80km/jam, MGU akan membantu menghentikan mesin secara otomotis.

Alhasil, laju kendaraan dikendalikan oleh motor listrik. Menariknya, ketika laju kecepatan mobil dikurangi atau direm, motor akan menghasilkan listrik yang digunakan untuk men-charge Battery (Li-thium). Artinya, isi arus listrik di baterai akan terus terisi. Mobil ini diperkenalkan di Jepang pada tahun 2017 lalu.

Baca juga: Segera Hadir, Suzuki All New Ertiga Ramah Disabilitas

Tim Arjuna
Selain mengupas teknologi Suzuki Swift, pada waktu dan tempat yang sama, Suzuki Indonesia juga memperlihatkan dukungannya dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia yakni memberikan dukungan kepada tim mahasiswa program studi teknik mesin UGM Yogyakarta.

Mereka yang tergabung dalam Tim Arjuna, tahun lalu berhasil merebut predikat The Best Business Plan Presentation for Overseas Participant dan 2nd Best Overall EV Result in ASEAN Participantdi ajang Student Formula 2017 di Jepang.

“Kami sangat bangga menyaksikan prestasi tim Arjuna dalam kompetisi mobil listrik tingkat internasional tahun lalu. Karena itulah, kami siap mendukung penuh persiapan teman-teman tim Arjuna menjelang Formula Student Automotive Engineer – Australasia 2018,” kata 4W Head of Brand Development and Marketing Research, Harold Donel.

Seperti diketahui, setelah meraih sukses di Jepang, Tim Arjuna menyempurnakan mobil listriknya dalam aspek Design Report, Business Logic Case dan Cost Report.

“Semoga Tim Arjuna bisa mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional melalui perannya sebagai agent of change, dan eksekutor pembangunan kendaraan ramah lingkungan dan beremisi rendah di Tanah Sir,” kata Ketua Tim Riset Mobil Listrik Aruna, Adhimukti Wibowo. (Ara)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya. Hyundai Pasok Hatchback Kencang 275 Hp.

CATEGORIES
TAGS
Share This