Mahindra Ajak Ford Garap Pasar Indonesia

Mahindra Ajak Ford Garap Pasar Indonesia
Mahindra XUV 700, penantang Toyota Fortuner (The Financial Express)

Jakarta, Motoris – Pabrikan otomotif asal India, Mahindra & Mahindra, tengah menjajaki potensi kolaborasi dengan Ford Motor Co untuk memasuki pasar Indonesia. Selain Indonesia, perusahaan ini mengincar pasar Rusia dan Afrika Selatan.

“Kami bersama Ford mengeksplorasi berbagai aspek, termasuk manufaktur, sumber daya, engineering, dan bahkan ritel. Tapi ini semua masih pada tahap yang sangat awal untuk menyimpulkan pada aspek apa kami akan bermitra,” kata Managing Director of Mahindra & Mahindra Pawan Goenka seperti dilansir dari media India, The Economic Times, Senin (3/9/2018).

Menurut dia Asia Tenggara merupakan salah satu kelompok pasar negara berkembang utama yang belum dimasuki Mahindra. Dengan Ford dapat membantu pembuat mobil SUV, Scorpio, ini untuk memasuki pasar Indonesia ataupun Thailand.

Baru-baru ini, Mahindra telah berinvestasi mandiri di Afrika Selatan, meski Ford memiliki fasilitas manufaktur yang cukup besar. Mahindra kemungkinan menggunakan dukungan distribusi Ford, sumber daya, dan layanan purna jual dalam ekspansinya ke wilayah tersebut.

Baca Juga: MPV Karya Pininfarina Coba Sikat Innova dan Ertiga

Mahindra Marazzo, penantang Toyota Kijang Innova (CarAndBike)

Sudah hampir satu tahun sejak Mahindra & Mahindra dan Ford Motor Co mengumumkan aliansi strategis untuk menjajaki kerja sama produk, teknologi, dan distribusi, termasuk program mobilitas masa depan, proyek kendaraan yang terhubung, dan mobil listrik.

Mahindra & Mahindra merupakan perusahaan utama dari Mahindra Group, sebuah perusahaan multinasional yang berpusat di Mumbai, India. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1945 ini, mencatatkan pendapatan 238 miliar rupee (Rp 48,35 triliun) pada tahun 2011 dan mempekerjakan 119.900 karyawan.

Sementara itu, Ford Motor Co masuk ke pasar Indonesia pada tahun 2002 dan mencatatkan penjualan 6.000 unit mobil pada tahun 2015 dengan pangsa pasar 0,6 %. Pada paruh kedua 2016, Ford memutuskan untuk mundur dan menutup seluruh operasional bisnis di Indonesia, termasuk menutup dealership Ford dan menghentikan penjualan dan impor resmi semua kendaraan Ford.

Keputusan ini diambil setelah perusahaan melihat tidak adanya peluang untuk mencetak keuntungan di Indonesia. Terlebih, Ford tidak memiliki fasilitas produksi lokal di Indonesia, yang membuatnya susah bersaing di pasar. (gbr)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Mobil Listrik Nissan Khusus Pasar China Cakep Juga.

CATEGORIES
TAGS
Share This