Pajak Moge Naik, Kawasaki Terima Nasib

Pajak Moge Naik, Kawasaki Terima Nasib
Kawasaki Ninja 650, salah satu moge andalan di pasar. dok. Reno/Neosseifer@hotmail.com

Jakarta, Motoris – Pemerintah sudah resmi mengeluarkan regulasi baru untuk membendung produk impor melalui kenaikan pajak impor (PPh pasal 22). Dari ribuan produk yang dinaikan pajaknya, termasuk di dalamnya, impor utuh (completely built up/CBU) mobil di atas 3.000 cc dan moge 500 cc ke atas.

Salah satu agen pemegang merek (APM) motor yang intens bermain moge, adalah Kawasaki. Michael C Tanady, Head & Sales Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), mengatakan, peraturan itu sudah diterbitkan dan harus dijalankan oleh semua merek.

“Kalau kami melihat bagaimana nanti dampaknya seperti apa. Kalau sekarang kami belum bisa bicara karena belum berpengaruh juga kepada kami,” kata Michael ketika dihubungi, Jumat (7/9/2018).

Michael melanjutkan, apabila dilihat dari sisi penjualan tentu saja volume moge begitu kecil. Kontribusi dari total penjualan Kawasaki per tahun hanya sekitar 20-30 unit saja, artinya apabila ada pengaruh, pun tidak terlalu signifikan.

Baca juga: Siap-siap, Kawasaki Z400 Segera Dirilis

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya. “KTM Indonesia Bikin Pabrik, Pacu Jumlah Diler”.

“Jadi volume penjualan kita besar di motor 250 cc ke bawah, kalau di atas 500 cc itu kecil sekali,” kata Michael.

Mengenai kenaikan harga, kata dia juga belum bisa diutarakan sekarang ini, sebab pihak manajemen belum sempat membahas, mengingat regulasi tersebut baru saja diinformasikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Jadi seperti yang saya bilang, kita wait and see dulu saja. Harusnya tidak berpengaruh sekali,” kata dia.

Lewat regulasi baru, total beban pajak moge 500 cc ke atas, bisa menyentuh 190%, nyaris tiga kali lipat dari banderol negara asal. Mau-tidak-mau Kawasaki akan melakukan penyesuaian harga kalau masih mau berjualan moge. (kpr)

CATEGORIES
TAGS
Share This