Go-Jek Memerah di Vietnam

Go-Jek Memerah di Vietnam
Go-viet mulai beroperasi di Vietnam sejak Agustus di Ho Chi Min, kini merambah kota baru Hanoi di Vietnam. dok. Go-viet.vn

Jakarta, Motoris – Go-Jek pelopor ojek online di Indonesia, dengan siraman investasi triliunan rupiah dari berbagai perusahaan besar di Indonesia, mulai menjajah negara tetangga. Kini perusahaan penyedia layanan online besutan Nadiem Makarim itu, sudah resmi beroperasi di Vietnam.

Negara tetangga yang punya kultur pemotor yang mirip-mirip dengan Indonesia. Di sana motor juga menjadi penyokong putaran roda ekonomi negara.

Putu Gede “Ade” Kamayana, Manajer Produk Go-Jek, mengatakan, bahwa ini adalah salah satu alasan utama mengapa Vietnam dipilih sebagai tujuan pertama ekspansi Go-Jek di luar negara asalnya.

Ketergantungan Vietnam yang besar terhadap sepeda motor untuk transportasi sehari-hari, juga tercermin dari tingginya angka kecelakaan bermotor di negara itu. Apalagi alasannya kalau untuk menghindari transportasi lain lantaran masalah kemacetan yang parah.

Baca juga: Go-Jek Tambah Kaya, Dapat Dana Segar Rp 472 Miliar

Go-Viet merambah kota baru di Hanoi, Vietnam. dok. Akira Kodaka in BKK-名称未設定-3620

Di  Indonesia, Go-Jek berhasil membuat banyak orang ketergantungan, ini terlihat dari jumlah keseluruhan transaksi yang mencapai 20 juta -25 juta, baik itu dari antar orang sampai makanan. Ade mengatakan apa yang dilakukan Go-Jek saat ini adalah untuk membawa kenyamanan yang disediakan konsep Go-Jek ke negara-negara lain.

“Jadi pertanyaannya adalah mengapa kita tidak membawa kenyamanan seperti yang kita miliki ke seluruh dunia,” kata Ade seperti dikutip dari laman Medium.com.

Ade juga mengatakan jika respons yang dia dapatkan sangat baik ketika timnya memperkenalkan rencana Go-Jek untuk beroperasi di Vietnam untuk membantu menyelesaikan masalah transportasi kepada penduduk lokal dan pemerintah.

Memerah

Gayung pun bersambut, hingga akhirnya Go-Jek hadir di Vietnam dengan menggunakan nama Go-Viet.

Beda dengan Indonesia, Go-Viet memiliki ciri warna merah dengan alasan warna tersebut mewakili  Vietnam sebagai negara. Mulai Agustus, Go-Viet melai beroperasi di Ho Chi Minh City dengan dua layanan: Go-Ride untuk naik sepeda motor dan Go-Rek sebagai layanan kurir.

Baca juga: Duit Astra dan Temasek Masuk, Go-Jek Bakal Mengaspal di India

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya. “Jokowi Minta Toyota Tambah Investasi di Indonesia, Bukan Thailand.”

Sejak Rabu (12/9/2018), Go-Viet memperluas jangkauannya ke Hanoi. “(Di Vietnam) Kami juga akan hadirkan Go-Car dan Go-Food serta layanan lain yang kami miliki di Indonesia. Kami bahkan belum membawa Go-Pay. Apa yang ada di Go-Jek Indonesia pasti akan kami bawa ke sana, tinggal masalah waktu saja,” tambah Ade.

Sejak diluncurkan awal Agustus kemarin pertama kali diluncurkan Go-Viet sudah mampu menyerap 1.000 driver. Kini jumlahnya diakui sudah mencapai hampir 25.000 mitra pengemudi,dan aplikasi tersebut sudah diunduh sekitar 1,5 juta kali.

Berbicara tentang tantangan yang harus dihadapi oleh tim Ekspansi Internasional di Vietnam, Ade menyebutkan dua hal yang mungkin perlu lebih banyak perhatian: pertumbuhan cepat dan hambatan bahasa.

Tim Go-Viet itu sendiri, kata Ade, relatif kecil dengan hanya kurang dari 20 orang yang ditempatkan di kantor Vietnam, tetapi dengan dukungan kuat dari tim Go-Jek di Indonesia dan India. (Trk)

CATEGORIES
TAGS
Share This