Penjualan Pikap Diyakini Makin Melaju di Saat Pemilu

Penjualan Pikap Diyakini Makin Melaju di Saat Pemilu
Ilustrasi, Isuzu Traga - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Kalangan Agen Pemegang Merek (APM) berharap penjualan kendaraan komersial ringan pikap yang telah tumbuh lumayan bisa terus berlangsung hingga akhir tahun ini dan tahun 2019. Peningkatan di sektor logistik yang didorong permintaan konsumsi masyarakat dan pemilihan umum (Pemilu) diyakini bakal mampu meningkatkan permintaan kendaraan hingga 10%.

“Kami meyakini pertumbuhan di sektor logistik yang antara lain didorong oleh pertumbuhan di industri e-commerce, konsumsi masyarakat di akhir tahun dan tahun 2019 mampu meningkatkan permintaan kendaraan (pikap) hingga 10%,” papar Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Jap Ernando Demily saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Menurutnya, setidaknya ada pijakan yang kuat bagi pasar kendaraan komersial jenis ini untuk semakin berkembang. Pertama sejak awal tahun, harga komoditas perkebunan yang membaik sejak 2017 terus bertahan dan stabil hingga di semester pertama 2018. Kedua, pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5,1-5,2% ditopang oleh besarnya konsumsi masyarakat.

“Sektor ini sangat terkait erat dengan perdagangan dan jasa logistik. Tren pertumbuhan di dua sektor ini yang saya lihat akan bertahan dan bahkan naik di 2019. Sebab, tahun 2019 banyak sekali kegiatan di masyarakat yang akan berdampak semakin menguatnya konsumsi. Termasuk Pemilu, karena kegiatan ini juga akan banyak konsumsi,” papar Ernando.

Isuzu Traga – dok.Istimewa

Sebagai bukti tumbuhnya segmen pasar kendaraan pikap, Ernando menyodorkan bukti penjualan pikap Isuzu Traga. Sejak diluncurkan akhir April, hingga Juli lalu, pikap Isuzu ini disebut telah terjual 1.000 unit lebih.

“Artinya dalam waktu tiga bulan sudah terjual 1.000 unit. Padahal, target kami saat peluncuran (setahun) terjua 3.000 unit. Penyerap terbanyak Traga adalah sektor perdagangan dan lagistik. Pikap kami diminati karena kapasitas baknya besar dan torsinya berlimpah,” kata dia.

Pemimpin pasar
Optimisme juga diungkapkan Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Setiawan Surya. Bahkan, dia mengaku Suzuki bakal mampu mempertahankan status penguasaha pasar di segmen kendaraan komersial jenis pikap ini.

Selain karena keunggulan kendaraan yang sudah dikenal masyarakat, lanjut Setiawan, optimisme itu juga didasari keyakinan tetap membaiknya pasar yang dibidik kendaraan pikap. “Komoditas pertanian khususnya perkebunan, harga diperkirakan akan terus membaik. Sedangkan, ekonomi yang stabil akan mendiring konsumsi masyarakat. Termasuk saat Pemilu nanti, sektor konsumsi justeru akan meningkat,” ujarnya kepada Motoris belum lama ini.

Ilustrasi, pikap Suzuki Carry – dok.showroom-suzuki.com

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang Januari-Juli kemarin, Suzuki berhasil melego pikap dari pabrik ke diler sebanyak 27.742 unit. Sedangkan penjualan ke konsuen atau ritel jauh dia tas angka tersebut, yakni mencapai hampir 36.000 unit.

“Ritel pada Juli kemarin sekitar 5.200 – 5.300-an unit. Itu stabil rata-rata per bulan,” kata Setiawan.

Hingga kini, pikap Suzuki – yang terdiri dari Suzuky Carry dan Mega Carry – diklaim masih menggenggam kue pasar terbanyak yakni lebih dari 45%. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This