Ekspor Kendaraan Tempur Indonesia Makin Moncer

Ekspor Kendaraan Tempur Indonesia Makin Moncer
Panser Anoa 6x6 buatan Pindad - dok.tniad.mil.id

Jakarta, Motoris – Ekspor kendaraan tempur buatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang produk militer – Pindad – bisa menjadi angin segar bagi ekspor Indonesia. Fakta membuktikan ekspor kendaraan tempur antara lain Panser buatan perusahaan itu semakin diminati negara lain .

“Kalau melihat data dari BPS (Badan Pusat Statistik), trennya terus naik sejak tahun 2010 lalu. Tidak hanya negara-negara di Asia saja yang mengimpornya, tetapi juga di Eropa, dan bahkan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Ini bisa menjadi angin segar di tengah kabar defisit neraca perdagangan kita,” kata kolega Motoris di Kementerian Perdagangan, saat dihubungi, Minggu (16/9/2018).

Menurut sang kolega mengatakan sepanjang tahun 2010 nilai ekspor kendaraan tempur masih sebesar US$ 60 juta, tetapi tahun 2017 sudah mencapai US$ 745,18 juta.

Data BPS bahkan menunjukan sepanjang Januari-Juni tahun ini, nilai ekspor kendaraan tempur telah mencapai US$ 467,89 juta. Nilai itu meningkat 51% dibanding kurun waktu yang sama tahun 2017 lalu.

Panser buatan Pindad yang digunakan oleh pasukan PBB – dok.MiliterMeter.com

“Komitmen ekspor seperti ini akan tetap kami jaga. Ini untuk  mendukung penguatan rupiah. Selain itu, menjadi kebanggaan karena produk BUMN bisa diakui oleh dunia,” tutur Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, dalam keterangan resmi belum lama ini.

Pindad, kata Fajar, memproyeksikan peningkatan ekspor kendaraan tempur selain produk senjata dan amunisi ke sejumlah negara. Tujuan ekspor yang dibidik antara lain Thailand, Brunei, Myanmar, Korea Selatan, Perancis. Bahkan PBB.

Selain truk pengangkut pasukan, juga ada kendaraan taktis seperti panser. Bahkan panser Anoa buatan Pindad telah digunakan oleh pasukan PBB untuk misi perdamaian di sejumlah negara di Afrika dan Asia. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This