Harga Land Rover dan Jaguar Sewaktu-waktu Bisa Naik Lagi

Harga Land Rover dan Jaguar Sewaktu-waktu Bisa Naik Lagi
Land Rover Range Rover yang dipasarkan di Indonesia oleh PT WAE - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) yang merupakan importir dan distributor resmi mobil Jaguar dan Land Rover di Indonesia mengaku hingga saat ini masih mempertahankan harga jual kedua merek asal Inggris tersebut.

Namun, seiring dengan nilai tukar dolar yang terus membubung ditambah kebijakan pembatasan impor melalui penaikan tarif pajak PPh pasal 22 dan bea masuk impor (import duty), WAE siap mengerek banderol.

“Memang untuk sementara, harga masih kami pertahankan (tetap). Namun, seiring perkembangan reguasi (pembatasan impor) serta nilai tukar rupiah, kami harus tetap siap beradaptasi,” tutur Brand Director Jaguar Land Rover WAE, Jentri Izhar, saat dihubungi Motoris, Jumat (14/9/2018).

Terlebih, saat ini WAE sudah tidak mungkin lagi menurunkan spesifikasi teknis atau mengurnagi opsi-opsi fitur yang ditawarkan guna mengurangi besaran harga. Menurut Jentri, saat ini spek yang ditawarkan pihaknya sudah dalam proporsi yang terbaik dan paling cocok untuk konsumen di Indonesia.

“Dimana antara harga dan opsi (fitur) sudah (berada) di titik yang terbaik,” ucapnya.

Mobil Land Rover yang tengah dites oleh calon konsumen di BSD City – dok.Motoris

Hanya, Jentri tidak bisa memastikan kapan harga jual mobil-mobil dari kedua mereka yang dipasarkan WAE itu dikerek. Namun, yang pasti untuk unit yang telah dipesan sebelum regulasi yang mulai berlaku 13 September dengan ketentuan PPh pasal 22 menjadi 10% dan import duty menjadi 50% itu atau dipesan jauh hari sebelumnya, harga masih tetap sama.

“Yang pasti, kami akan terus melakukan observasi terhadap kebijakan ini,” imbuhnya.

Konsumen menunggu
Sebelumnya, Presiden Direktur PT Prestige Image, Rudy Salim, memastikan harga mobil-mobil impor terdampak signifikan oleh kebijakan pembatasan impor. Sebab, dengan bertambahnya besaran tarif PPh pasal 22 dan bea impor maka biaya juga melompat. Walhasil, mau tak mau, harga juga harus dikerek.

“Itu sudah pasti. Karena selain dolar yang terus naik. Ada lagi tambahan besaran tarif pajak. Jadi implikasinya ke cost, dan tentu saja ujungnya ke harga,” kata dia kepada Motoris.

Prestige Image yang selama ini dikenal sebagai importir dan distributor mobil-mobil super seperti Ferrari, Lamborghini, dan sejumlah mobil mewah asal Eropa belum menaikan harga mobil yang dipesan konsumen jauh hari sebelum kebijakan dirilis. Tapi, cara bertahan dengan tidak menaikan harga tak bisa dalam waktu lama.

Meski, akibatnya calon pembeli juga akan menahan rencana pembelian dan menunggu hingga situasi kembali normal. Padahal, kapan kondisi mereda, tidak bisa dipastikan. Atau, lanjut dia, bagi mereka yang sudah ingin membeli mobil super dengan berbagai alasan yang mendasari, antara lain karena model yang diincarnya merupakan model langka atau terbatas, akan membelinya di luar negeri.

Ilustrasi, Ferrari F12 Barlinetta – dok.Yallamotor.com

“Sebab, harga sebuah mobil super di Indonesia itu kalau du luar negeri bisa digunakan untuk beli satu mobil dan sebuah rumah. Jadi khawatirnya, banyak orang Indonesia yang belanja di luar negeri sana,” ungkapnya.

Jika itu terjadi, maka yang rugi justeru pemerintah. Sebab, selama ini, dari harga jual mobil mewah, dua pertiganya merupakan pajak yang menjadi penerimaan negara. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This