Hino Kuasai Pasar Truk Medium, Ini Strateginya

Hino Kuasai Pasar Truk Medium, Ini Strateginya
Ilustrasi truk Hino di diler Cilincing - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan truk medium Hino – dengan model andalan Hino New Generation Ranger- sepanjang Januari-Juli lalu diklaim masih di urutan teratas dalam daftar, dengan penguasaan pasar hingga 61%. Artinya, truk Hino masih mengungguli merek lainnya antara lain Mitsubishi Fuso dan lainnya.

“Kalau dihitung-hitung sudah 18 tahun, di segmen ini (medium duty truck) Hino tetap menjadi market leader (pemimpin pasar). Market share kami rata-rata di rentang waktu itu 61-62% lah,” tutur Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo, saat ditemui di sela peresmian diler baru di Cilincing, Jakarta Utara, Senin (24/9/2018).

Hanya, Santiko tak menyebutkan rincian angka penjualan sepanjang Juli. Namun, yang pasti, lanjut dia sepanjang Januari-Juni penjualan truk medum Hino melompat hingga sekitar 49%.

Sementara, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan di kurun waktu itu penjualan truk medium Hino sebanyak 10.450 unt atau tumbuh 48% dibanding periode sama tahun lalu. Di paruh pertama 2017, penjualan tercatat sebanyak 7.067 unit.

“Truk medium ini ada beberapa varian berdasar aplikasi, mulai truk untuk cargo, dump truck dan lainnya. Sehingga diserap oleh berbagai sektor, mulai dari perkebunan, logistik, konstruksi, dan sebagainya. Sektor-sektor ini merupakan sektor yang terus membaik kondisinya sehingga permintaan truk kami juga stabil di kondisi bagus,” papar Santiko.

Layanan dan teknologi jadi kunci
Selain truk medium, truk ringan Hino juga diklaim direspon positif oleh konsumen. Santiko menyebut penjualan naik 15%. Sedangkan data Gakindo menunjukan, di periode Januari-Juni itu penjualan truk ini mencapai 6.890 unit, sedangkan di rentang waktu yang sama pada 2017 penjualan tercatat sebanyak 5.976 unit.

“Penguasaan pangsa asarnya sekitar 19,8%. Di Jabodetabek saja, sampai Juli penguasaan pangsa pasarnya 32,1% dengan total penjualan di wilayah ini sekitar 1.182 unit-an,” kata dia.

Selain karena faktor segmen pasar yang dituju terus berkembang, layanan purna jual Hiono yang terus dikembangkan juga menjadi pemompa kinerja penjualan. Sejak konsep Total Support digulirkan, lanjut Santiko, kendaraan Hino yang menggunakan jasa servis naik 24% sedangkan penjualan suku cadang naik 16%.

Meningkatnya jumlah truk yang melakukan servis itu sejalan dengan naiknya penjualan. Sebab, truk-truk baru itu melakukan perawatan dan servis.

Namun, yang tak kalah penting adalah antisipasi teknologi yang dilakukan. Truk-truk Hino telah dilengkapi water separator. Sehingga, ketika truk-truk tersebut harus menenggak bahan bakar dengan campuran minyak nabati (minyak sawit) seperti B10 atau bahkan B20 tidak mengalami masalah.

Logo Hino di sebuah diler Hino di Jakarta Utara – dok.Motoris

“Truk-truk kami sudah dari dulu menggunakannya (water sperator). Sehingga ketika mengkonsumsi B20  hanya perlu lebih cepat ganti filter BBM saja, jika semula 20.000 kilometer sekarang setiap 10.000 kilometer ,” kata Senior Executive Officer After Sales HMSI, Irwan Supriyono di tempat yang sama.

Sejak tiga tahun lalu Hino Indonesia telah melakukan riset bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Hino Motors Corporation Jepang, soal penggunaan Biodiesel B20. Selain itu dilakukan uji di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi selama 400 jam dengan beban penuh di putaran mesin 2.500 rpm dalam rentang waktu 8 jam per hari.

“Hasilnya tidak ditemukan hal-hal yang berdapak buruk ke mesin. Yang ada ditemukan glicerol dan selulosa atau biasa disebut orang gel. Dan itu memang harus dibersihkan, setelah truk berjalan 10.000 km,” terangnya.

Dua strategi itu terbukti cespleng. Hino Indonesia tak gagap ketika kebijakan wajib konsumsi B20 diterapkan. Lebih dari itu, konsumen yang mengerti langkah antisipasi juga memilihnya. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This