Hingga Kini, Nasib Isuzu Panther Masih Teka-teki

Hingga Kini, Nasib Isuzu Panther Masih Teka-teki
Isuzu Panther penjualannya terus merosot- dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Meski pemberlakuan peraturan standar Euro 4 untuk kendaraan bermesin diesel kurang dari dua tahun lagi, namun PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) masih belum menetapkan pengganti MPV Isuzu Panther yang masih bertsandar Euro 2. Kendati begitu, Agen Pemegang Merek (APM) Isuzu di Indonesia ini menegaskan tak akan mematikan MPV itu.

“Tentu kita pikirkan, bagaimana nantinya (Isuzu Panther). Tetapi, untuk sekarang belum bisa kita disclose,” tutur Presiden Direktur IAMI, Jap Ernando Demily, saat dikonfirmasi Motoris, Selasa (9/10/2018).

Dia juga menyebut, sampai saat ini Isuzu Panther masih dipasarkan dengan penjualan rata-rata sekitar 3.000 unit saban tahun. Penyerapnya, kebanyakan perusahaan. “Selain penggemar mobil diesel, juga pasar fleet (perusahaan dengan pembelian borongan),” ungkapnya.

Kolega Motoris lainnya di IAMI menyebut, pihaknya masih terus melakukan kajian terhadap kelanjutan Isuzu Panther. Meski telah dilakukan, namun keputusan apakah nantinya ada MPV Panther versi baru atau tidak, hingga kini masih belum diputuskan.

“Kita kaji sekaligus dengan berbagai alternatif sepesifikasi teknisnya. Termasuk, kesesuaian dengan standar (Euro 4) itu. Sebab, untuk menghadirkan model baru itu harus mempertimbangkan kesesuaiannya dengan pasar Indonesia baik dari spesifikasi teknis mulai dari mesin, maupun fitur hingga dimensi, kegunaan dan yang terpenting harga,” terang sang kolega saat dihubungi Selasa (9/10/2018) malam.

Baca juga: Tak Nongol di GIIAS 2018, Isuzu Panther Sudah Pensiun?

Isuzu MU-X di GIIAS 2018 – dok.Motoris

Saat ini Panther mengusung mesin 4JA1 berkubikasi 2.500 cc yang berteknologi jadul dengan standar Euro 2. Sedangkan mesin yang berstandar Euro 4 milik Isuzu adalah mesin 4JJ1 yang dipakai MU-X dan D-Max.

“Nah, apakah pakai mesin baru ini yang sudah berteknologi common-rail dengan penyesuaian teknis, atau bagaimana, saat ini sedang dalam pengkajian. Tentu, soal harga dan prospek pasar juga sangat menentukan,” ujar kolega tersebut.

Penjualan menciut
Sementara, kolega Motoris di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut, penjualan Isuzu Panther terus menyusut sejak lama. Bahkan, di tahun ini, rata-rata penjualannya tak sampai 200 unit saban bulannya.

“Karena tidak ada perubahan yang cukup radikal dari sisi desain maupun teknologi seperti keingginan pasar. Sedangkan, merek-merek lain sudah melakukannya. Padahal, penggemar mobil diesel di Indonesia sebenarnya masih cukup banyak,” ungkapnya saat dikonfirmasi Selasa (9/10/2018).

Catatan Motoris menunjukan, tren penurunan penjualan Isuzu Panther sudah berlangsung sejak tahun 2014. Bahkan, sepanjang tahun 2017 lalu penjualan ritel MPV itu hanya hanya 1.147 unit atau melorot 12,5% dibanding tahun 2016.

Baca juga: Awas, Biodiesel Bisa Rusak Filter Solar

Isuzu Panther di Filipina tak dijual lagi sejak 1 Januari 2018 – dok.Carmudi Philipines

Padahal, di tahun 2016 itu, penjualan juga sudah menciut dibanding tahun 2015 yang jumlahnya 1.495 unit. Dan penjualan selama 2015, itu pun sudah susut dari tahun sebelumnya yang sebanyak 2.994 unit.

Sementara di empat bulan pertama tahunini atau Januari – April, total penjualan MPV itu tercatat hanya 380 unit. Kemudian di tiga bulan berikutnya juga masih di bawah 100 unit.

Di pasar ekspor, sejak 1 Januari lalu, pemerintah Filipina melarang importir di negaranya membawa masuk Isuzu Panther dari Indonesia. Alasannya, terkait penerapan standar Euro 4 dan demi lingkungan yang bersih. (Ara)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia dan TWITTER @MotorisID, buat update grafis otomotif terkini lainnya. “Retromantic 9, Lebaran Pecinta Mobil Retro.”

CATEGORIES
TAGS
Share This