Mitsubishi Outlander PHEV Kena Pukulan Telak di Inggris

Mitsubishi Outlander PHEV Kena Pukulan Telak di Inggris
Andalan Mitsubishi di Inggris, Outlander PHEV kena pukulan telak, kehilangan insentif gede. dok. Mitubishi Motors Eropa

London, Motoris – Ketika pabrikan Jepang melancarkan lobian maut ke pemerintah Indonesia, untuk memasukkan “binatang” hybrid ke regulasi kendaraan listrik (Electric vehicle), teknologi ini sudah tidak dianggap oleh pemerintah Inggris. Negara Sang Ratu itu sudah move on, meninggalkan hybrid sebagai teknologi usang dan tak patut disokong lagi.

Pemerintah Inggris mengumumkan bakal mencabut subsidi pembelian mobil berteknologi plug-in hybrid (PHEV), senilai 4.5000 pound, setara Rp 90 jutaan. Memang, namanya mobil ramah lingkungan baru bisa terangsang penjualannya dengan insentif. Tanpa, insentif, otomatis konsumen bakal melupakannya, karena punya rentang harga yang jauh dibandingkan dengan mobil konvensional.

Mulai 12 November 2018, seperti dilansir Carscoops, pemerintah Inggris hanya akan memberikan subsidi pembelian mobil baru, pada kendaraan listrik murni saja. Atau, mobil hybrid tapi yang mampu menjelajah minimal 70 mil atau 112,6 km hanya dengan baterai saja.

Baca juga: Rahasia Cina Menguasai Industri Mobil Listrik Dunia

Outlander PHEV

Regulasi ini langsung menampar sejumlah produsen mobil PHEV yang selama ini menikmati insentif di Inggris, seperti Toyota Prius PHEV, Mitsubishi Outlander PHEV, dan Audi A3 e-Tron.

Selain itu, jumlah subsidi juga dikurangi dari sebelumnya 4.500 pound menjadi tinggal 3.500 pound (Rp 70 jutaan) saja.

“Dengan model PHEV yang populer seperti Mitsubishi Outlander, pemerintah lebih condong fokus ke model-model seperti Nissan Leaf atau BMW i3,” tulis pemerintah Inggris dalam keterangan resmi.

Mengacu data yang dilansir Automotive World, kuartal pertama 2018, Mitsubishi Motors mengaku paling sukses berjualan Outlander PHEV di Inggris, dalam regional Eropa. Sepanjang Januari-April 2018, total penjualan Mitsubishi di Inggris 2.695 unit, dengan sumbangan Outlander PHEV mencapai 476 unit.

Outlander PHEV jadi mobil ramah lingkungan terlaris di Inggris, berteknologi PHEV. dok Mitsubishi Motors Eropa,

SUV andalan Mitsubishi ini tercatat sebagai yang terlaris di segmen mobil hybrid,  PHEV, atau EV di Inggris. Pada tahun perdana peluncurannya ke Inggris 2014 lalu, Mitsubishi berhasil menjual Outlander PHEV hingga 13.000 unit. Bahkan, jumlah populasi saat ini mencapai 36.800 unit.

Dengan kebijakan baru ini, otomatis manisnya pasar otomotif di Inggris bakal semakin sepa di lidah Mitsubishi, khususnya untuk Outlander PHEV. Jangan kaget juga, kalau Mitsubishi bakal giat mencari pasar pengganti yang berpotensi hilang di Inggris, salah satunya di Indonesia.

Buktinya, 10 unit Outlander PHEV sudah diberikan ke Kementerian Perindustrian, di Jakarta (26/2/2018), sebagai bentuk konkret lobi, lewat dalih penelitian EV di Indonesia.

Baca juga: Mitsubishi Sumbang 8 Hybrid dan 2 EV ke Pemerintah

Protes

Kebijakan baru ini sontak mengundang reaksi keras dari paguyuban industri otomotif di Inggris (Society of Motor Manufacturers and Traders/SMMT), mengatakan, bakal mengguncang pasar mobil PHEV di Inggris.

Penjualan mobil berteknologi PHEV merupakan yang terbesar pertumbuhannya dari total pasar otomotif di Inggris, naik 22 % sepanjang tahun 2018. Meskipun secara total, turun 7,5%, akibat regulasi emisi yang lebih ketat dan sentimen negatif terhadap mobil bermesin diesel.

“Langkah prematur menghapus insentif pembelian ini bisa berakibat buruk pada permintaan (pasar). Tanpa ada insentif kelas dunia, keinginan pemerintah (Inggris) yang berkelas dunia tidak bakal tercapai,” kata Ketua SMMT Mike Hawes. (sna)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia dan TWITTER @MotorisID, buat grafis otomotif terkini lainnya. “Toyota Tarik 2,4 Juta Prius, 6.000 unit Ada di Malaysia.”

CATEGORIES
TAGS
Share This