Nasib Pikap Suzuki Futura di Ujung Tanduk

Nasib Pikap Suzuki Futura di Ujung Tanduk
Suzuki Carry Futura - dok.Jualmobilbaru.com

Jakarta, Motoris – Setelah berkiprah selama hampir 30 tahun, pikap Suzuki Futura, terancam didiskontinu karena tak memenuhi standar Euro 4. Padahal, selama ini, kendaraan niaga Suzuki ini menjadi tulang punggung penjualan.

Meski begitu, seperti yang dikatakan Deputy Director Procurement, PPC, QA & DD Division PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Shodiq Wicaksono, Suzuki Indonesia saat ini telah mengajukan agar pikap tersebut bisa diperbarui sehingga memenuhi standar Euro4.

“Kita bersama dengan merek lain mengajukan permohonan ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, agar kita memperbarui sampai nanti, akhir Maret 2019,” ungkap dia di sela acara peresmian ekspor Suzuki All New Ertiga, di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/10/2018).

Hanya, sejauh mana tingkat kepastian pikap yang kondang di kalangan pedagang dan perusahaan jasa pengiriman ini akan bisa diperbarui sehingga memenuhi standar Euro 4 yang sudah berlaku sejak 1 Oktober lalu itu, belum bisa disimpulkan. Sebab, lanjut Shodiq, untuk mengganti mesin pikap ini dengan mesin K15 milik saudaranya Suzuki APV juga bukan persoalan mudah.

Menurutnya, usia mesin Suzuki Futura tipe S15 sudah berusia 25-30 tahun. Artinya, secara teknologi juga sudah bisa dibilang usang. Standar emisinya pun masih berstandar Euro 2.

Ilustrasi, pikap Suzuki Carry – dok.showroom-suzuki.com

“Persoalannya untuk engine (mesin) itu tidak bisa dipindah begitu saja. Kan tidak semata-mata hanya pasang. Kalau kita ingin memindahkan engine butuh testing yang panjang. Bisa jadi kita testing selesai, Euro4 sudah mulai. Jadi, kita berpikir apa kita testing atau tunggu bulan April, disetop atau gimana. Tetapi harus menjalani tes yang panjang. Kemungkinan juga ada ubahan-ubahan atau penambahan part-part lain karena disesuaikan dengan model yang menggunakannya (mesin itu),” terang Shodiq.

Tetapi, jika dalam tenggat waktu hingga akhir Maret 2019 ternyata Suzuki tak bisa memenuhi ketentuan standar Euro 4, maka Suzuki Indonesia tidak bisa menjualnya. Walhasi, kendaraan ini harus dihentikan produksinya alias wasalam.

Namun, Suzuki masih akan terus berupaya keras untuk menyempurnakannya. Setidaknya, itulah yang ditegaskan Presiden Direktur PT SIM dan PT SIS, Seiji Itayama. “Oh, bagi Suzuki, akan terus berusaha untuk mengikuti ketentuan pemerintah. Karena ini juga menyangkut pasar kami juga. Kami sudah targetkan, tahun 2019, semua produk kami sudah memenuhi standar Euro 4,” kata dia saat ditemui usai konperensi pers, di tempat yang sama, Senin (23/10/2018).

Terlebih, lanjut Itayama, pikap Futura merupakan model laris yang selama ini dibukukan oleh Suzuki. Dan faktanya, data Gaikindo menunjukan, sepanjang September lalu tercatat sebanyak 3.378 unit. Pada saat yang sama, saudaranya, pikap Mega Carry terjual 1.401 unit.

Menurut 4W Sales Director PT Suzuki Indomobil Sales, Makmur, total penjualan pikap tersebut setara dengan 52% dari total penjualan Suzuki di bulan kesembilan itu. “Mumpuni dan irit bahan bakar, adalah keunggulan pikap ini,” ucapnya. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This