Toyota Paling Banyak Dicari via Google

Toyota Paling Banyak Dicari via Google
Ilustrasi, Toyta Mirai - dok.Forbes.com

New York, Motoris – Hasil penelitian terhadap merek produk yang terbanyak dicari orang melalui mesin pencari internet yang dilakukan perusahaan asuransi Veygo, sepanjang 2018 ini menunjukan Toyota berada di urutan pertama. Merek otomotif asal Jepang ini terbukti paling banyak dicari di Google oleh masyarakat di 57 dari 171 negara.

Seperti dilaporkan laman Autoblog dan Carscoops, akhir pekan lalu, hasil penelitian menyebut Toyota berada di daftar puncak pencarian melalui mesin pencari itu di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Finlandia, serta Filipina. Total pencarian nama Toyota di Google secara global mencapai 7,8 juta kali pencarian.

“Berada di urutan kedua, merek BMW yang banyak dicari di mesin pencarian Google di 25 negara,” bunyi ringkasan hasil penelitian.

Sementara, merek mobil mewah lainnya asal Jerman, yakni Mercedes-Benz berada di urutan ketiga. Merek ini banyak dicari di mesin pencarian di 23 negara.

Baca juga: Bermasalah, Ratusan Ribu Subaru BRZ dan Toyota 86 Ditarik

BMW Seri 5 M Performance mau meluncur di Indonesia BimmerFest 2018 di Semarang. dok. BMW

Merek mobil super asal Italia, Lamborghini, juga masuk di daftar merek mobil paling dicari di dunia. Namanya, banyak dimasukan di mesin pencarian oleh masyarakat di 12 negara termasuk Venezuela. Begitu pun dengan merek mobil listrik Tesla, juga banyak dicari di 7 negara termasuk Norwegia, Belanda, serta Hong Kong.

Menariknya, ada sejumlah merek yang tak minim pencariannya di negara lain, tetapi menjulang di negeri asalnya. Merek Renault, misalnya, menjadi merek terbanyak dicari di mesin pencarian Google oleh masyarakat Perancis. Kemudian Mercedes Benz di Jerman, Maruti Sazuki di India, Perodua di Malaysia, dan Volvo di Swedia.

Penjualan
Laporan proyeksi penjualan dan produksi Toyota Motor Corporation (TMC) yang dilansir laman Japan Times beberapa waktu lalu menyebut pabrikan telah mendongkrak proyeksi produksi dan penjualan di pasar global pada tahun 2018 ini. Pengerekan angka proyeksi produksi dan penjualan ini dikarenakan meningkatnya permintaan di Cina.

Jika tahun lalu produksi sebanyak 10,40 juta unit, kini dikerek sebesar 1,2% menjadi 10,59 juta unit. Sedangkan penjualan yang tahun 2017 lalu sebanyak 10.52 juta unit, kini diproyeksikan menjadi 10,52 juta unit.

Produk-poduk yang diproyeksikan meningkat penjualannya ini termasuk produk yang dibuat oleh anak perusahaan Toyota yakni Daihatsu Motor Company dan Hino Motors Ltd. Dua anak perusahaan ini sebelumnya telah mencatatkan pertumbuhan penjualan yang gemilang di di dua tahun berturut-turut. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This