Wuling Formo Datang, Bisa Bikin Calya dan Sigra Meriang

Wuling Formo Datang, Bisa Bikin Calya dan Sigra Meriang
Minibus Wuling Formo diluncurkan di Jakarta, 7 November 2018 dan dibanderol mulai Rp 135,8 juta - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT SGMW Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama Wuling Motors Indonesia membuat gebrakan anyar di pengujung tahun 2018 dengan meluncurkan minibus berbasis Confero standar bermesin 1,2 liter. Mobil yang dibanderol mulai Rp 135,8 juta ini bisa menjadi ancaman baru bagi merek-merek lain yang selama ini telah bercokol di segmen LCGC.

Memang, Wuling Motors Indonesia tak melabelinya dengan sebutan MPV dan lebih menekankan sebagai minibus. Tetapi, secara kasat mata tampilan mobil ini jauh lebih kental dengan nuansa MPV. Ditawarkan dalam dua varian yakni 7 dan 8 kapasitas tempat duduk. Varian 7 tempat duduk dibanderol lebih mahal Rp 1 juta ketimbang varian 8 kursi yakni Rp 136,8 juta.

Dengan menyandang status sebagai kendaraan komersial ringan, minibus Formo bisa digunakan sebagai angkutan kota, taksi online, antar jemput anak sekolah, bahkan hingga menjadi angkutan bagi perusahaan travel. Yang pasti, ceruk pasar kendaraan komersial ini cukup menjanjikan. Terlebih, Formo juga ditawarkan dalam varian blind van.

Hal itu diungkapkan Vice President Vehicle Sales, Service, and Marketing of Wuling Motors, Cindy Cai. saat peluncuran Formo di ITC Cempaka Mas, Jakarta, Rabu (7/11/2018). “Pasar kendaraan komersial ringan terus berkembang sejalan dengan perkembangan perekonomian nasional Indonesia. Oleh karena itu, kami optimis Formo akan memberikan kontribusi positif bagi kegiatan bisnis pelaku usaha kecil dan menengah,” paparnya.

Baca juga: Pasar LCGC Susut, Diduga Karena Wuling dan Kredit Macet

Tampilan depan dari sudut kiri Wuling Formo – dok.Motoris

Lantas akankah Formo mengancam para pemain yang sekarang bercokol di segmen LCGC, khususnya Calya dan Sigra yang notabene menawarkan kapasitas 7 penumpang? Bisa jadi. Pasalnya, meski bukan tergabung dalam skema ‘mobil murah’ alias LCGC, tetapi harga yang ditawarkan Wuling Former bersaing ketat dengan kompetitor merek-merek Jepang.

“Soalnya, konsumen Indonesia itu aneh. Meskipun tahu bahwa mobil itu di negara lain atau di negara asanya oleh pabrikan dirujukan untuk segmen komersial, dianggap juga layak untuk MPV. Contoh nyatanya Nissan Evalia. Awalnya mobil ini adalah van untuk barang, tetapi di sini akhirnya jadi MPV penumpang atau keluarga,” tutur kolega Motoris di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) saat dihubungi di Jakarta, Rabu (7/11/2018) malam.

Cerdik atau galau
Bagi sang kolega, langkah Wuling Motors Indonesia saat ini bisa memiliki dua arti dalam konteks pemasaran produk. Arti pertama adalah, sebuah langkah cerdik. Wuling selama ini selalu memainkan strategi harga murah (pricing strategy) dengan harga yang lebih miring setidaknya dibanding produk sekelas dan sejenis dari pabrikan Jepang.

“Wuling sepertinya melihat, segmen yang saat ini berkembang dan potensial, kalau melihat struktur penduduk dan ekonomi Indonesia yang sebagian besar adalah pembeli pemula mobil alias mobil LCGC. Sedangkan, sampai saat ini Wuling adalah merek yang belum secara resmi ikut program LCGC yang dicanangkan oleh pemerintah. Nah,segmen inilah yang ingin digarap oleh Wuling melalui langkah menyodorkan Formo,” ungkap sang kolega.

Baca juga: Jadi Blind Van, Wuling Tak Khawatir Citra Confero Jeblok

Tampilan Wuling Formo dari sudut belakang kiri, terlihat velg masih menggunakan velg kaleng yang tentunya disesuaikan dengan harga – dok.Motoris

Sedangkan arti kedua adalah galau. Sebab, sejak resmi menggarap pasar Indonesia pada tahun 2017 lalu, Wuling menyasar segmen low MPV – dengan Confero – ternyata harus berhadapan dengan ‘ledakan’ baru dari merek Jepang dengan hadirnya Mitsubishi Xpander dan versi anyar Suzuki Ertiga. Walhasil, gaung Confero tak terdengar nyaring, meski menawarkan harga yang miring.

“Sementara, kapasitas produksi cukup besar. Meskipun penjualan memang mencapai 13.000 lebih, tetapi gaung sebuah produk baru masih terasa kurang.  Apalagi sampai September lalu penjualan masih 12.317 unit wholesales atau jauh dari target 30.000 unit yang pernah diucapkan. Dengan begitu, analisa bahwa Wuling menggempur segmen LCGC pun menjadi masuk akal,” kata sang kolega. (Ara)

 

Baca juga: Ancaman Baru Wuling ke Pesaing, SUV Baru CN210S

 

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, TWITTER @MotorisID, dan FB Page @MotorisIndonesia, buat info dan grafis otomotif terkini lainnya. “Masih Larus, Harga Mitsubishi Xpander Naik Terus.”

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS