Meski Banyak Tekanan, Kendaraan Niaga Masih Berjaya

Meski Banyak Tekanan, Kendaraan Niaga Masih Berjaya
Ilustrasi kendaraan komersial di jalanan - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Meski kondisi sektor komoditas (batubara dan kelapa sawit) masih dibayangi tekanan pasar maupun perhelatan politik Pemilihan Umum (Pemilu), namun penjualan kendaraan komersial atau kendaraan niaga masih terus melaju. Bahkan, hingga Oktober lalu penjualan kendaraan komersial – yang meliputi pikap dan truk ringan hingga berat – tumbuh 24% dibanding tahun 2017.

“Pertumbuhan kendaraan komersial year to date sampai Oktober masih sangat menjanjikan jika dibandingkan dengan pertumbuhan total penjualan otomotif di Indonesia. Sebagai catatan, pertumbuhan segmen (segmen) kendaraan komersial masih di angka 24% dibanding (Januari-Oktober) tahun lalu (2017),” papar Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Jap Ernando Demily, kepada Motoris, di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Pertumbuhan yang terjadi, lanjut Ernando, merata di semua jenis kendaraan komersial baik pikap maupun truk. Penjualan pikap di rentang waktu ini tumbuh 11-12%, dengan pertumbuhan terbesar di segmen pikap medium yakni sebesar 12,6%.

Segmen truk ringan dan medium, masing-masing tumbuh 21% dan 42% dibanding periode sama tahun 2017 lalu. “Memang, sejauh ini kontribusi terbesar datang dari low pickup yakni 39%. Meskipun trennya menurun, karena di periode sama (Januari-Oktober) tahun lalu yang sebesar 40%,” kata Ernando menjelaskan.

Salah satu truk andalan Tata Motors di Indonesia, Tata Prima 4928-Dok.Istimewa

Sebelumnya, salah seorang anggota Gabungan Pegusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fachrudin menyebut, sepanjang Januari-Agustus lalu ekspor minyak mentah kepala sawit (CPO) dan turunannya hanya 19,96 juta ton tau turun 2% dari periode yang tahun lalu mencapai 20,43 juta ton. Pada rentang waktu tersebut, harga per metrik ton US$ 542,50 – 577,50.

“Harga rata-rata US$ 557,50 per metrik ton ini merupakan yang terendah sejak Januari 2016. Tekanan pasar terjadi karena Cina dan India mengerem impor. Sedangkan di Eropa kita masih diserang kampanye negatif soal deforestasi dan lingkungan hidup bagi orang utan,” tuturnya kepada Motoris, Senin (12/11/2018).

Sementara, tren penurunan harga di sektor komoditas batubara terjadi sejak Agustus hingga November ini. Data yang diberikan salah satu anggota Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI,  Nurdiansyah, menunjukan Harga Batubara Acuan (HBA) pada Agustus telah menjadi US$107,83/ton, September US$ 104,81/ton, dan Oktober US$ 100,89/ton.

“Sementara di November ini, berdasar Keputusan Menteri ESDM Nomor 1994/K/30/MEM/2018, HAB ditetapkan sebesar US$ 97,90 per ton. Tapi untuk November ini naik dibanding November tahun lalu yang sebesar US$ 94,80 per ton,” kata dia.

Penjualan Isuzu
Masih moncernya penjualan kendaraan komersial juga dibukukan IAMI melalui semua varian kendaraan komersial Isuzu. Ernando menyebut di segmen truk ringan 6 ban, penjualan Isuzu 40% dibanding tahun lalu. “Ini seiring dengan direspon positifnya Isuzu Elf NMR 71, yang terus meningkat penjualannya sejak diluncurkan,” ucapnya.

Di segmen truk medium, varian yang dimiliki Isuzu penjualannya diklaim tumbuh rata-rata 50%. Isuzu GIGA FVM disebut sebagai penyumbang penjualan terbesar di segmen 6×2 tersebut.

“Sementara, di pickup medium kami memiliki Isuzu Traga yang sejak diluncurkan April hingga Oktober sudah terjual 2.000 unit lebih,” tutur Ernando.

Ilustrasi, Isuzu Elf NMR 80SHD saat diperkenakan di GIIAS 2018 – dok.Motoris

Semua varian komersial Isuzu ini diserap oleh sektor usaha pertambangan, perkebunan, konstruksi, serta transportasi logistik. Ernando meyakini hingga tutup tahun 2018 penjualan masih akan melaju. Bahkan di saat bulan-bulan menghadapi pemlihan umum sekali pun.

“Terkait dengan pasar kendaraan komersial, rata-rata konsumen sudah memiliki kontrak kerja sendiri, baik di segmen konstruksi, pertambangan, perkebunan maupun logistrik dan transportasi. Sehingga, sejauh kontrak asih berjalan, rasanya belum ada alasan kuat bagi konsumen untuk menunda pembelian,” imbuh Ernando. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This