Awas, Banyak Pelumas Palsu di E-Commerce

Awas, Banyak Pelumas Palsu di E-Commerce
Ilustrasi, pelumas - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Peredaran barang palsu di Indonesia kian marak. Bahkan, saat ini, barang palsu gencar merambah perdagangan elektronik (e-commerce). Salah satu produk palsu yang banyak bereda di e-commerce adalah pelumas.

Seiring dengan itu, kerugian ekonomi akibat pemalsuan produk di Indonesia naik tajam. Pada 2005, nilainya mencapai Rp 4,41 triliun dan melonjak menjadi Rp 65,1 triliun pada 2014.

“Oleh sebab itu, Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) bersama pemangku kepentingan kekayaan intelektual senantiasa berupaya untuk mengurangi dampak negatif dari peredaran produk palsu, khususnya bagi konsumen sebagai pengguna akhir. Sebab, mereka yang secara langsung merasakan kerugian akibat penggunaan produk palsu,” ujar Ketua MIAP Justisiari P. Kusumah di Jakarta, Kamis (15/11).

Dia mengatakan hal itu di sela diskusi bertajuk Penanggulangan Peredaran Produk Palsu/Ilegal sebagai Upaya Perlindungan Konsumen di Indonesia yang digelar MIAP bersama International Trademark Association (INTA). Forum diskusi ini dihadiri 100 orang peserta dari berbagai kalangan, antara lain pelaku sektor industri, pemegang merek dan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Ilustrasi pelumas – dok.Istimewa

Diskusi ini dibuka Ketua MIAP Justisiari P. Kusumah dan dihadiri Direktur Siber, Direktorat Tindak Pidana Siber Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Brigjen Pol. Albertus Rahmad Wibowo.

Menurut Justisiari, berkembangnya e-commerce memperluas peredaran produk palsu/ilegal kepada konsumen. Hal ini dilakukan oleh oknum-oknum pelanggar yang tidak memperhatikan keselamatan konsumen dan kualitas produk yang diperjualbelikan ke konsumen.

Penasehat INTA Asia Pasifik, Valentina Salmoiraghi menambahkan, dalam 2–3 tahun terakhir, anggota INTA yang bergerak di industri pelumas mengamati adanya peningkatan peredaran pelumas palsu di platform e-commerce. Ini menambah kompleks persoalan produk palsu di Indonesia.

Ilustrasi berbagai jenis dan merek minyak pelumas di Indonesia – dok.Istimewa

Indonesia, kata dia, adalah salah satu pasar e-commerce yang besar dan akan terus tumbuh, seiring peningkatan jumlah pengguna smartphone, meningkatnya daya beli, dan juga adopsi teknologi masyarakat yang cepat. Oleh karena itu, perlu langkah antisipasi untuk menanggulangi peredaran produk palsu/ilegal untuk dapat melindung konsumen di Indonesia.

Pemalsuan produk merupakan masalah bagi banyak industri dalam skala global. Berdasarkan laporan INTA dan The International Chamber of Commerce, nilai ekonomi global dari pemalsuan dan pembajakan diperkirakan mencapai US$ 2,3 triliun pada 2022. (Gbr)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This