Gesits dan Honda Adu Cepat Bertarung di Pasar Motor Listrik

Gesits dan Honda Adu Cepat Bertarung di Pasar Motor Listrik
Gesits sudah kantongi legalitas sebagai produk industri lokal, siap diproduksi massal. dok. Grafis Motoris

Jakarta, Motoris –David versus Goliath. Sepertinya teologi  ini bisa mencerminkan pertarungan antara skuter listrik hasil riset kampus lokal Surabaya dengan korporasi raksasa kelas dunia dari Jepang. Mereka adalah Gesits dan Honda.

Seorang kolega Motoris dari salah satu pabrikan sepeda motor Jepang yang eksis di Indonesia, pernah mengatakan, tercipta handicap besar karena revolusi ini. Revolusi industri sepeda motor listrik.

“Intinya Honda belum siap. Ini barang baru, bisnisnya belum jelas, namanya industri, ini bisnis dan harus menguntungkan,” kata sang kolega, belum lama ini.

Perlahan tapi pasti, Gesits mulai merealisaikan mimpi Indonesia punya produk otomotif yang benar-benar lokal, bukan sekadar impor dan menempelkan merek sendiri, seperti yang sudah-sudah. Setelah riset lima tahun terakhir, Gesits kini sudah mengantongi Kode Perusahaan (KP) dan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dari Kementerian Perindustrian. Ini artinya, produksi sudah bisa bergulir dan sah diakui oleh negara.

Baca juga: Era Motor Listrik Dimulai, Jokowi Pastikan Gesits Diproduksi 2019

Dirjen Ilmate Harjanto menyerahkan penetapan KP dan NIK Gesits kepada Direktur PT Wijaya Karya Manufaktur M. Samyarto, di Jakarta, 28 November 2018 – dok.Istimewa

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Dirjen Ilmate), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Harjanto, menegaskan, penerbitan KP dan NIK tersebut merupakan dukungan penuh kepada karya anak bangsa.

“Kami mendukung penuh kelancaran proyek sepeda motor listrik Gesits sesuai instruksi Presiden karena merupakan karya anak bangsa,” kata Harjanto dalam siaran pers, Kamis (29/11/2018).

Sementara, CEO PT Gesits Technologies Indo (GTI) Harun Sjech mengakui proses penerbitan keduanya berlangsung cepat. “Hampir tidak ada waktu terbuang percuma. Semua proses berjalan cepat, mulai dari pengajuan permohonan hingga selesai. Dan, terpenting, tidak ada biaya dalam pengurusan, sangat profesional,” kata dia.

Namun, yang pasti, pengakuan karya dan fungsinya sebagai sarana angkutan yang legal di jalan raya menjadi senjata bagi Gesits untuk bertarung di pasar kendaraan listrik di Tanah Air. Maklum, saat ini kendaraan roda dua bertenaga listrik yang bermain di segmen ini masih sangat minim jika tidak boleh dibilang belum ada.

Baca juga: Pamer PCX Listrik di IMOS, Honda Sebut Bukan Gaya-gayaan

Konsep skutik listrik Honda PCX juga ditanyakan Presiden Jokowi saat berkunjung ke booth Honda di IMOS 2018 – dok.AHM

Menariknya, dari informasi yang diperoleh Motoris dari kalangan internal perusahaan PT Astra Honda Motor (AHM), penguasa pasar motor di Indonesia, ternyata Honda juga selangkah lagi akan mengantongi legalitas serupa. Proses persiapan produksi massal sudah dilakukan dengan menciptakan prototipe massal di pabrik khusus.

“Kira-kira Desember TPT-nya (Tanda Pendaftaran Tipe Produksi) sudah keluar, sebentar lagi. Sudah siap diproduksi massal,” kata kolega Motoris ini.

Dari negara asalnya, Honda Motor Company bahkan sudah mulai melepas skuter listrik PCX EV secara komersial di Jepang. Konsep komersialisasinya berupa beli-sewa, untuk sementara khusus untuk pasar domestik Jepang, mulai hari ini, Jumat (30/11/2018).

Setelahnya, Honda bakal merangsek pasar Asia Tenggara. “Saat ini, (pemasaran) masih terbatas di pasar domestik Jepang dan ditargetkan untuk perusahaan dan pemilik individu. Namun, Honda mengatakan ada rencana untuk memperluas (pemasaran) PCX Electric ke Asia Tenggara, dimulai di Filipina,” mengutip Paultan. (Ara)

CLICK For more..

 

CATEGORIES
TAGS
Share This