Impor Dibatasi, SUV Lamborghini Tetap Laris

Impor Dibatasi, SUV Lamborghini Tetap Laris
Lamborghini Urus - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Meski pengendalian impor – termasuk mobil mewah dengan mesin lebih dari 3.000 cc – telah menyebabkan harganya berlipat melangit, namun minat orang-orang berduit untuk membeli tak surut. Varian Sport Utility Vehicle (SUV) Lamborghini Urus misalnya, di Indonesia dibanderol Rp 8,5 miliar off the road, sudah terpesan delapan unit.

“Betula, sudah ada delapan unit (yang terpesan), tapi delivery (pengiriman mobil ke pembeli) belum ada. Diharapkan awal tahun depan (tahun 2019) sudah mulai (dikirim),” kata Customer Relation Management & Sales Executive Lamborghini Jakarta, David R. Pangemanan, saat dikonfirmasi Motoris melalui pesan elektronik, Jumat (7/12/2018).

Namun, menurut David soal harga masih belum final karena masih bersifat estimasi. Hitungan tersebut belum memasukan unsur-unsur ps tarif pajak.

“Harga Rp 8,5 M (miliar) itu estimasi off the road ya…Masih hitungan kasar karena masih dalam perhitungan semuanya (pajak),” kata dia.

Dia juga memastikan pemasaran mobil sport serbaguna Lamborghini itu tak dibatasi kuota oleh prinsipal. Artinya, beberapa pun pesanan yang muncul dari konsumen bakal dipenuhi.

Lamborghini meluncurkan Urus di Singapura, sepekan setelah peluncuran perdana di Italia- dok.Carscoops

Hanya, David enggan menjawab pertanyaan apakah dengan adanya pengendalian impor – termasuk untuk mobil bermesin di atas 3.000 – akan berdampak serius ke depannya. “Kalau ini bukan bagian saya untuk menjawab,” ucapnya.
Seperti diketahui, pengendalian impor telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 33 Tahun 2017. Aturan tersebut kemudian diperkuat lagi dengan PMK Nomor 110/PMK.010/2018 dan sudah berlaku efektif mulai 13 September lalu yang menegaskan perubahan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 menjadi 10%.

Dengan demikian, mobil bermesin 3.000 cc yang diimpor dibebani PPh 22 sebesar 10%, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) 10-125%, Pajak Pertambahan Nilai (PPN)10%. Selain itu ada pajak Bea Masuk sebesar 50%.

“Jadi mereka (konsumen) harus membayar itu kira-kira hampir 190 dari harganya (harga mobil off the road). Itu diharapkan bisa mengurangi keinginan untuk mobil impor mobil mewah, karena harganya akan menjadi tiga kali lipat dari asalnya,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat konferensi pers tentang belid anyar tersebut, September lalu.

Lamborghini Jakarta meluncurkan Urus di Jakarta, Kamis (6/12/2018) kemarin. Mobil ini mengusung mesin V8 4000cc twin-turbo yang bertenaga 650 hp dengan torsi 850 Nm. Urus mampu berakselerasi dari 0-100 kpj dalam waktu 3,6 detik dan mampu melesat hingga 306 kpj

CATEGORIES
TAGS
Share This