Meski Menciut, Fortuner Masih Kuasai Pasar

Meski Menciut, Fortuner Masih Kuasai Pasar
Toyota Fortuner Facelift - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Segmen pasar Sport Utility Vehicle (SUV) sepanjang Januari-November lalu berada dalam kondisi stagnasi dibanding rentang waktu yang sama di tahun lalu, yang berada di kisaran 6,2 – 6,4% dari total penjualan mobil di Indonesia. Meski begitu, PT Toyota Astra Motor (TAM) mengklaim andalannya di segmen high SUV – Toyota Fortuner – masih memimpin pasar.

“Memang, di segmen high SUV, juga terjadi koreksi (pasar). Sehingga, (hanya) produk yang sudah menjadi pilihan banyak orang saja yang bertahan. Salah satunya Toyota Fortuner yang menjadi market leader,” tutur Public Relation Manager PT TAM, Rouli Sijabat, saat dihubungi Motoris, Senin (10/12/2018) malam.

Menurutnya, secara wholesales, di kurun waktu waktu Januari-November, Fortuner membukukan penjualan sebanyak 19.365 unit. Sebelumnya, di periode sama tahun lalu penjualan Fortuner tercatat sebanyak 22.000-an.

Penurunan penjualan bukan kali ini saja terjadi. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, di Januari-Oktober penjualan Fortuner mencapai 18.465 unit atau turun 7,71% dibanding periode sama tahun lalu.

Toyota New Fortuner di India – dok.Istimewa

Sementara, pesaing beratnya yakni Pajero Sport terjual 18.104 unit atau tumbuh 18,75%. Artinya, meski penjualan Pajero Sport naik, namun belum mampu menungguli Fortuner.

Toyota Rush
Gaikindo juga mencatat, sepanjang kurun waktu ini pangsa pasar SUV cenderung stanan, atau bahkan sedikit menurun. Disebutkan, pangsa pasar SUV selama 10 bulan pertama tahun ini hanya 6,22% dengan total penjualan 59.895 unit, padahal tahun lalu 6,88% atau sebanyak 59.895 unit.

Data asosiasi industri itu juga menunjukan, Toyota tak hanya unggul di segmen high saja, tetapi juga di medium SUV dengan Toyota Rush. Sepanjang Januari-November tahun ini wholesales Rush sebanyak 49.650 unit atau melonjak dibanding tahun lalu yang sebanyak 19.052 unit.

Total penjualan Rush sampai November kemarin setara dengan 71,5% total penjualan SUV Toyota Indonesia. “Naiknya penjualan karena ada model atau versi baru dari Rush. Di segmen SUV ini kenaikan juga disumbang oleh kehadiran Toyota CH-R. Sejak diluncurkan April, sampai November kemarin terjual 436 unit,” imbuh Rouli.

Toyota All New Rush – dok.Istimewa

Dia menegaskan, jikalau di segmen high SUV mengalami penurunan bukan dikarenakan daya beli konsumen yang menurun. Namun, lebih dikarenakan belum adanya versi baru.(Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This