Peluncuran Camry Terbaru Diundur ke 2019, Ini Berkahnya

Peluncuran Camry Terbaru Diundur ke 2019, Ini Berkahnya
Toyota All New Camry resmi meluncur di Indonesia - dok.PT TAM

Jakarta, Motoris – PT Toyota Astra Motor (TAM) sejatinya akan meluncurkan sedan Toyota All New Camry pada tahun 2018 lalu. Namun rencana itu diundur dan dilaksanakan di awal 2019. Ternyata pengunduran jadwal peluncuran itu diakui telah membawa berkah tersendiri bagi Toyota Indonesia maupun negara.

“Kita sebenarnya  sudah merencanakan untuk meluncurkan All New Camry itu pada tahun lalu. Tapi, akhirnya kami undur dulu dengan berbagai alasan, salah satunya kami ingin melakukan riset secara lebih mendalam lagi terhadap kebutuhan dan keinginan secara riil. Apa keinginan pasar, apa yang terjadi di akhir-akhir ini di segmen sedan itu. Akhirnya ditetapkan untuk diundur dulu,” papar General Manager PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Keputusan itu, kata Soerjo, tak meleset. Hasil riset internal Toyota menunjukan adanya pergeseran selera dari konsumen sedan di segmen kelas Camry, yakni dari sebelumnya yang ke tampilan yang murni elegan, kini ke arah sporty elegan.

“Ini dikarenakan penyuka Camry merupakan orang-orang muda, ada regenerasi. Sehingga, passion dari customer juga berbeda. Tetapi, berkah  yang tidak kalah besar adalah nilai tukar rupiah  yang sekarang sudah menguat,” papar Soerjo.

Toyota All New Camry – dok.Mobil123.com

Faktanya,  hingga akhir Oktober 2018 lalu nilai tukar rupiah memang menyentuh Rp 15.100 per dolar. Sedangkan di pekan pertama Januari 2019, nilai tukar rupiah telah menguat menjadi Rp 13.900-an per dolar.

“Camry, itu diimpor secara CBU (utuh) dari Thailand. Kalau, pas nilai tukar kita lemah tentu akan memberi dampak yang cukup merepotkan bagi Toyota maupun customer. Memang, kalau soal tarif impor kan bisa pakai skema kerjasama di AFTA (Asean Free Trade Area) Begitu pun dengan neraca transaksi perdagangan negara. Jadi di situlah berkahnya,” ucap Soerjo.

Kuota impor

Sementara, Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmy mengaku pihaknya memaklumi jika pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 110 Tahun 2018 mengendalikan impor – termasuk produk otomotif – dengan tujuan mengurangi defisit neraca berjalan. Hanya memang, ;anjut Anton, hal itu tentu akan berdampak ke pasokan Camry ke Tanah Air.

“Kita mengerti Indonesia mau menjaga impornya juga. Understanding that, kita akan comply dikasih kuota berapa, kita akan ikuti. Setiap bulan TAM bakal mengajukan impor Camry sesuai permintaan pasar,” kata Anton di sela peluncuran All New Camry, di jakarta, Selasa (8/1/2019).

Penjualan Toyota All New Camry ditargetkan 100 – 140 unit saban bulan – dok.PT TAM

Namun, bisa jadi kuota yang diberikan akan lebih sedikit dari yang diajukan. Bahkan, kemungkinan lebih sedikit ketimbang jumlah yang dipasarkan selama tahun 2018 lalu.Sepanjang tahun lalu, rata-rata penjualan Camry sebanya 100 unit per bulan atau 1.200-an unit setahun.

Dengan jumlah itu, Camry menggenggam 50% lebih pangsa pasar sedan medium yang totalnya sekitar 2.000-an unit. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This