Moge Listrik Harley Mulai Dijual, Indonesia Nanti Dulu

Moge Listrik Harley Mulai Dijual, Indonesia Nanti Dulu
Motor listrik besutan Harley Davidson, LiveWire - dok.Istimewa

Las Vegas, Motoris – Pabrikan motor gede asal Milwaukee, Amerika Serikat – Harley Davidson – membuka pemesanan moge listrik LiveWire di gelaran Consumer Electronics Show 2019 yang berlangsung 8-11 Januari 2019. Harley Davidson masih pikir-pikir dulu untuk menawarkannya ke konsumen.

Seperti dilaporkan laman News18 dan Economic Times, Selasa (9/1/2019), pemesanan itu bisa dilakukan secara online. Unit-unit yang dipesan akan dikirim ke konsumen pada September nanti.

Moge ini menggunakan baterai motor listrik buatan anak perusahaan Samsung, yakni Samsung SDI. “Kalau baterai ion-lithum ini terisi penuh, motor akan mampu menempuh perjalanan sejauh 180 kilometer dalam sekali isi. Motor mampu berakselerasi dari posisi diam ke kecepatan 100 kilometer per jam hanya dalam tempo 3,5 detik,” bunyi pernyataan Samsung SDI seperti dikutip Yonhapnews.

Lantas bagaimana dengan kemungkinan moge HD dengan sumber tenaga dari setrum dipasarkan di Indonesia? Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Sahat Manalu, kepada Motoris beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya tak akan serta merta menawarkan moge tersebut ke konsumen Indonesia.

LiveWire, motor listrik besutan Harley Davidson yang diperkenalkan di EICMA 2018 – dok.Slashgear

“Memang, saat ini kendaraan listrik, termasuk sepeda motor listrik menjadi topik hangat pembicaraan publik. Bahkan, disebut-sebut tidak sedikit orang yang berminat. Tetapi, saya katakan sebagai dealer principal, kami masih akan mempelajrinya lebih jauh,” tutur Sahat.

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dipastikan selain potensi penyerapan pasar. Diantaranya, kelangsungan layanan purna jual, infrastruktur pengisian baterai, serta kultur pehobi moge di Indonesia.

“Layanan purna jual, tentu peralatannya juga harus disediakan selain sumberdaya manusianya. Bicara soal ini, tentu investasi juga harus dihitung. Kemudian, bagaimana infrastruktur, dan tentu saja nilai tukar dan perpajaka maupun tarif impor,” kata dia.

Motor listrik Harley Davidson Lewire – dok.Istimewa

Kultur pehobi moge juga perlu dilihat secara cermat. Apakah mereka bisa menerima atau tidak moge listrik yang umumnya bersuara senyap. Pasalnya, selama ini, pehobi moge lebih menyukai suara yang menggelegar dari motornya kala dikendarai.

Dentuman suara selain menjadi ciri khas juga menjadi salah satu yang dirasa menjadi unsur penambah kesan gagah. “Berbagai faktor itulah yang harus kita lihat dulu. Kalau niatan tentu saja ada, tetapi kita harus realistis dengan kondisi yang ada,” imbuh sahat. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This