MPV Diyakini Masih Mendominasi, SUV Makin Diminati

MPV Diyakini Masih Mendominasi, SUV Makin Diminati
All New Rush - dok.Toyota Astra Motor

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil berbagai varian di Indonesia pada tahun 2019 diperkirakan masih belum beranjak dari capaian tahun 2018 yang sebanyak 1,1 juta unit. Varian Sport Utility Vehicle (SUV) diperkirakan bakal semakin tumbuh, meski mobil favorit dan terlaris masih varian Multi Purpose Vehicle (MPV).

“Tahun ini kita perkirakan masih sama dengan tahun lalu. Kenapa, ya karena kita ikuti proyeksi pertumbuhan ekonomi dari pemerintah yang 5,3-5.4%. Artinya, masih belum beranjak jauh dengan pertumbuhan di 2018,” kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gakindo) Jongkie Sugiarto saat dihubungi di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Soal pilihan varian, Jongkie menyebut MPV masih tetap menjadi pilihan karena faktor harga yang lebih terjangkau ketimbang SUV (dengan perbandingan di kelas yang sama, misal low MPV dengan low SUV). Selain itu faktor kultur di masyarakat yang mengutamakan sifat-sifat kekeluargaan dan kekerabatan.

“Masyarakat Indonesia senang bepergian bareng-bareng bersama keluarga atau kerabat dan teman. Mereka, biasanya dalam bepergian juga membawa banyak barang. Sehingga, MPV dinilai pas,” papar dia.

Honda HR-V facelift – dok.Paultan

Sejatinya, karakter seperti itu juga ada pada SUV. Dengan kapasitas angkut orang maupun barang yang besar, mobil sport serbaguna itu bisa menjadi pilihan.

Hanya, harga lebih mahal. Bahkan, lanjut Jongkie, rata-rata konsumsi bahan bakar SUV lebih boros ketimbang MPV, meski soal boros atau tidak sejatinya relatif tergantung juga cara mengemudi. “Jadi, kalau SUV itu lebih karena gaya hidup, hobi, dan mereka yang memiliki spending (anggaran) yang lebih,” ucapnya.

Tak geser MPV
Kemungkinan semakin diliriknya SUV di tahun ini juga diakui General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto. Kendati begitu, penjualan SUV belum akan bisa menggeser penjualan MPV.

“Saya rasa SUV tidak akan menggeser MPV. Sebab, karakter konsumen Indonesia masih suka mobil dengan kapasitas penumpang banyak. Ya karena tadi, faktor kultur. Memang ada SUV  tujuh kursi penumpang, tetapi kan di segmen harga menengah ke atas,” tutur Soerjo saat dihubungi sebelumnya.

Ilustrasi, All New Toyota C-HR dipajang di GIIAS 2018 – dok.Motoris

Dia menyodorkan contoh penjualan model SUV Toyota yang tahun 2018 lalu tumbuh, sehingga kontribusi terhadap total penjualan sekitar 22%. Naiknya penjualan mobil sport serbanguna itu ditopang oleh All New Rush dan Toyota C-HR. Penjualan All New Rush bahkan melonjak hingga 71% lebih.

Sementara, Jongkie menyebut penjualan SUV sepanjang 2018 lalu tumbuh 19-20% dibanding tahun sebelumnya. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This