Penjualan Camry Juga Ditentukan Jatah dari Pemerintah

Penjualan Camry Juga Ditentukan Jatah dari Pemerintah
Toyota All New Camry resmi meluncur di Indonesia - dok.PT TAM

Jakarta, Motoris – Sepanjang tahun 2018 lalu penjualan sedan medium Toyota Camry di Indonesia diklaim mencapai 1.200 unit alias 50% lebih dari total penjualan sedan di segmen yang sama sebanyak 2.000-an unit. Kini, meski  kini telah disodorkan versi terbarunya di Tanah Air, namun PT Toyota Astra Motor (TAM) “Tak berani” mengerek target penjualan.

Tak ada alasan pasti yang secara tersurat diungkapkan oleh PT TAM. Kendati demikian,  Direktur Pemasaran agen pemegang merek Toyota di Indonesia itu, Anton Jimmy, hanya memberi kisi-kisi.Sebagai mobil yang diimpor secara utuh (CBU) tentu keberadaan All New Camry itu tergantung dari kinerja impor.

Sementara, kata dia, saat ini pemerintah tengah ketat melakukan pembatasan impor.Walhasil, sebagai entitas bisnis di Indonesia, tentu TAM juga mematuhi ketentuan seperti itu. “Ya, tentu kita mengerti Indonesia mau menjaga impornya juga. Understanding that, kita akan comply dikasih kuota berapa, kita akan ikuti. Jadi, kita akan melihat kuota (yang diberikan oleh pemerintah),” ungkap Anton di sela acara peluncuran All New Camry, di Jakarta,  Selasa (8/1/2019).

Seperti waktu-waktu sebelumnya, lanjut Anton, Toyota akan mengajukan permohonan impor Camry sesuai permintaan pasar. Hanya, untuk tahun ini jumlahnya kemungkinan besar bakal lebih sedikit dibanding 2018.“Jujur untuk sedan kami tidak menargetkan terlalu banyak. Kalau melihat tahun lalu rata-rata 100 unit per bulan, ya kira-kira kurag lebih sama dengan itu,” kata dia.

Penjualan Toyota All New Camry penjualannya juga tergantung jatah impor yang diberikan pemerintah – dok.PT TAM

Selain jatah atau kuota impor dari pemerintah, Anton juga melihat kondisi ekonomi juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja penjualan. Menurutnya, kondisi ekonomi di 2019 baik di domestik maupun global.

“Kita melihat forecast market ini dari berbagai sudut, GDP (Growth Domestic Product atau pertumbuhan ekonomi), exchange rate (nilai tukar rupiah), harga bahan bakar, belum ada sinyal yang lebih positif. Kami enggak bilang ekonomi ini jelek, tapi belum ada sinyal lebih positif dari tahun sebelumnya,” jelas Anton.

Terlebih, di tahun 2019 juga ada perhelatan politik yakni pemilihan umum. Sehingga, banyak orang yang memilih bersikap menunggu, apa yang akan terjadi saat proses pemilihan dilakukan dan setelahnya. Lantaran itulah, dia berharap stabilitas poltik dan sosial tetap terjaga.

Sementara, General Manager PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto, memperkirakan ada potensi kenaikan. Sehingga, rata-rata per bulan bisa berkisar  100-140 unit. “Tapi, ya kita lihat nanti. Karena memang, Camry ini kan membidik segmen menengah ke atas yang seruk pasarnya memang tidak besar atau niche market,” ucapnya saat dihubungi Motoris, Selasa (8/1/2019) petang. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This