Awali 2019, Kawasaki Indonesia Hadirkan Motor Genre Baru

Awali 2019, Kawasaki Indonesia Hadirkan Motor Genre Baru
Ilustrasi, Kawasaki W175 Custom di Thailand - dok.cyberspaceandtime.com

Jakarta, Motoris – PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) akan melakukan gebarakan awal tahun dengan menyuguhkan model genre baru pada 14 Januari pekan depan. Hanya, soal model yang akan diluncurkan, hingga kini banyak rumor betebaran.

Salah seorang petinggi diler Kawasaki di Bintaro, Tangerang, Selatan, yang dikonfirmasi Motoris mengatakan pihaknya diwanti-wanti oleh KMI untuk tidak membocorkannya terlebih dulu. Meski begitu, dia memberi ancar-ancar bahwa motor itu bergenre anyar bagi Kawasaki. Bahkan, belum dipasarkan oleh merek-merek Jepang lainnya yang beroperasi di Indonesia.

“Kalau merek lain di luar Jepang sudah ada. Jadi ini di Indonesia – diantara merek Jepang di Indonesia – ini genre yang belum ada sebelumnya. Baru Kawasaki yang akan masuk. Tapi motor tersebut masih masuk jenis sport, cuma tampilannya saja yang bergenre yang selama ini belum ditawarkan merek-merek Jepang,” tuturnya saat ditemui Jumat (11/1/2019).

Tapi, kolega Motoris itu buru-buru menyamarkan informasinya. Dia menyebut, ada juga kemungkinan versi anyar dari varian yang telah ada. Jika menelisik motor versi baru yang baru diluncurkan dan dijajakan Kawasaki di luar negeri adalah Kawasaki W175 versi cafe racer. Selain itu ada juga All New Ninja 250 versi facelift dan Kawasaki Z250 versi anyar.

Ilustrasi, Kawasaki Ninja – dok.Istimewa

Lantas apakah dari model-model itu yang dimaksud? Supervisor Marketing Division KMI Sucipto Wiyono tak bersedia memastikannya. “Enggak bisa diinfokan. Nanti saja pas peluncuran. Tetapi ini sesuatu yang baru, sangat menarik,” elaknya saat dihubungi Motoris, Sabtu (12/1/2019).

Kabar rencana peluncuran motor baru Kawasaki itu terungkap dari undangan yang ditujukan ke media termasuk kepada Motoris. Disebutkan, perhelatan itu digelar di kawasan Jakarta Selatan, 14 Januari 2019.

Langkah Kawasaki di awal tahun ini merupakan gebrakan yang ditunggu pasar. Maklum, seperti yang dicatat Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepanjang 2018 lalu, penjualan motor sport menurun. Sehingga pangsa pasarnya menciut hingga sekitar 2%, menjadi hanya 7-8%.

Menurut Ketua Bidang Komersial AISI, faktor penurunan penjualan dikarenakan daya beli sebagian masyarakat untuk menjangkau motor sport menyusut. Pada sisi lain, masyarakat dengan beli yang cukup kuat untuk menjangkau motor sport sebagian beralih ke skutik dengan kapasitas dan bodi yang lebih besar.

“Artinya, memang ada persegeran selera ke masyarakat. Dan ini, kan persoalan selera atau passion, yang dipengaruhi gaya hidup. Nah, kalau gaya hidup itu kan soal tampilan, makanya untuk menjaga agar segmen-segmen (pasar motor) yang ada, maka perlu ada sesuatu yang  baru, yang menarik. Karena konsumen akan tertarik kalau ada sesuatu yang baru,” papar Sigit kepada Motoris. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This