Almaz, Senjata Ampuh Wuling Acak-acak Pasar SUV

Almaz, Senjata Ampuh Wuling Acak-acak Pasar SUV
SUV Wuling Almaz resmi diperkenalkan ke media lokal Indonesia - dok.Motoris

Sentul, Motoris –  PT SGMW Indonesia atau Wuling Motors Indonesia telah memperkenalkan SUV ke media di Indonesia pada Rabu (23/1/2019) setelah sebelumnya disebut mendapatkan penyesuaian dengan kondisi maupun keinginan masyarakat. Kehadiran SUV yang dinamai Almaz itu sangat menarik karena  diyakini bakal “Mengobrak-abrik” peta persaingan di segmennya, sehingga membuat meriang para pesaing.

Strategi Wuling Motors memang bisa dibilang tak biasa-biasa saja, bahkan cenderung melawan kebiasaan. Ini terlihat pada varian yang disuguhkan ke publik Tanah Air. Tak seperti  merek-merek lain yang menyuguhkan SUV-nya dalam rentang varian bertransmisi manual dan otoamtis, Wuling Motors langsung menyodorkan varian transmisi otomatis CVT saat pertama menyodorkan SUV ke pasar Indonesia.

Soal pilihan ini, Brand & Marketing Director Wuling Motors Indonesia, Jason Ding, menjelaskan pihaknya telah mencermati tren yang ada di masyarakat yang keinginan mereka. Fakta menunjukan, saat ini sudah ada pergeseran di masyarakat dari sebelumnya yang menyukai SUV yang bertransmisi manual ke bertransmisi otomatis.

Wuling Almaz andalan Wuling Motors Indonesia di segmen medium SUV – dok.Motoris

“Barangkali orang dulu menyukai atau memilih varian transmisi manual dengan berbagai pertimbangan  seperti lebih pas untuk manuver di medan berat atau kondisi sulit, lebih irit bahan bakar, dan sebagainya. Karena itu kami kemudian membuat fitur-fitur dengan teknologi terbaru yang membuat transmisi otomatis tapi irit  dan cocok untuk berbagai kebutuhan termasuk menghadapi kondisi sulit. Itulah yang disajikan Almaz dalam memenuhi harapan dan keinginan konsumen,” papar Jason saat ditemui di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/1/2019).

Mengacak-acak peta pasar
Pilihan langsung “menyerang” segmen medium juga menarik dicermati. Memang, dibanding segmen di bawahnya atau low SUV, segmen medium itu jauh lebih kecil porsinya. Dan fakta ini tak ditampik Jason Ding. Tapi, kata dia, bukan berarti tak bisa berkembang.

“Tapi kami melihat segmen medium ini juga berkembang dan potensi pertumbuhannya juga besar,” kata dia.

Namun, di sinilah kecerdikan Wuling. Sebab, sejatinya ada tujuan lain yang dibidik Wuling. Strategi harga lebih “murah” namun produk tak kalah wah, sepertinya menjadi senjata ampuh untuk mengacak-acak pasar. Sebab, strategi itulah yang dirasa bisa menggoyang hegemoni merek Jepang yang sudah lama malang melintang.

“Wuling itu cerdas. Strategi dan cara berpikirnya out of the box. Apakah dibilang menerapkan pricing strategy atau apalah istilahnya, tetapi yang pasti, merek ini  menyodorkan barang bagus, kualitas bagus, tapi harganya lebih miring sehingga membuat orang akan melirik. Jadi begitu strateginya,” kata kolega Motoris di Wuling Motors Indonesia.

Salah satu fitur unggulan di Almaz adalah head unit layar sentuh ukuran 10,4 inci – dok.Istimewa

Artinya, dengan menyuguhkan Almaz yang berada di segmen medium dengan banderol yang hanya terpaut sedikit di atas low SUV – yang saat ini huni Toyota Rush, Daihatsu Terios, dan lainnya – tapi lebih murah dibanding medium SUV pesaing seperti Honda CR-V dan lain-lain, kemungkinan membuat calon konsumen tergoda juga besar. Terlebih, jika calon pembeli itu melihat fitur canggih menggiurkan yang disuguhkan.

Hanya, soal harga ini Vice President Wuling Motors Cindy Cai belum bersedia memberikan informasi. Sebab, kata dia, saat ini Almaz belum diluncurkan secara resmi.

“Sekarang lihat saja dulu mobilnya, dan rasakan bagaimana performa dan kenyamanannya. Soal harga, pasti kami akan membuatnya yang menarik. Tunggu saja di kuartal pertama ini (peluncuran),” ujarnya di tempat yang sama.

Tapi, yang pasti, jika strategi harga lebih murah itu benar-benar terjadi, Wuling akan mengacak-acak pasar. Ca;on peminat low SUV maupun medium akan bisa berubah pikiran dan berubah arah. Peta persaingan pun berubah.

Memang, muncul pertanyaan bukankah justeru SUV dengan kapasitas tujuh penumpang yang selama ini diinginkan konsumen? Jason Ding tak menampiknya. Tapi, justeru Wuling dengan Almaz ingin menawarkan sesuatu yang baru.

Sebab,  selama ini pengguna SUV  dengan tujuh penumpang justeru jarang mengangkut penumpang hingga penuh. Artinya, kursi belakang menjadi tidak maksimal berfungsi.

“Segmen yang di bidik Almaz adalah mereka yang memiliki gaya hidup independen, dan menyukai kenyamanan perjalanan. Karena SUV ini lima kursi, tetapi penuh dengan fitur canggih baik keamanan maupun kenyamanan. Sehingga cocok juga bagi konsumen usia muda yang saat ini segmennya terus berkembang,” terang Jason.

Berlimpah fitur
Bicara soal fitur Almaz cukup menantang. Faktanya, SUV ini telah dilengkapi fitur yang siap bekerja secara aktif menghadapi kondisi-kondisi sulit atau kritis. Selain Electronic Stability Control (ESC), Traction Control, Cruise Control, Antilock Braking System, Electronic Brake Force Distribution dan Brake Assist, juga ada Hill Hold Control.

Sementara, di bagian kabin layar head unit 10,4 inci yang menyuguhkan berbagai fungsi selain fungsi utama hiburannya menjadinilai tambah tersendiri. Maklum, Wuling mengusung  konsep “Smart & Technology’ di SUV ini. Fungsi-fungsi itu antara lain memonitor tekanan angin ban, pengaturan suhu AC, hingga kamera 360 derajat untuk melihat kondisi di sekeliling mobil.

Kesan lapang di kabin mencuat berkat kehadiran sunroof dan panoramic roof. Materail yang digunakan di bagian-bagian kabin ini cukup lumayan.

Mesin 1.5 liter yang diusung Almaz telah dilengkapi turbo sehingga pembakaran lebih sempurna. Sekadar catatan, perangkat turbo yang digunakan ini diproduksi oleh Honeywel.

Mesin 1.5L Almaz dilengkapi Turbo dan dipadu dengan transmisi otomatis CVT 8 tingkat percepatan – dok.Motoris

Tenaga 140 hp dengan torsi hingga 250 Nm yang disalurkan ke roda dengan menggunakan transmisi CVT 8-Speed Simulated yang menggunakan teknologi besutan Bosch Holland.

“Dengan teknologi canggihnya yang mampu menganalisis informasi kondisi lintasan yang dihimpun jalan oleh sensornya menjadikan perpindahan gigi transmisi berlangsung lembut dan halus, sehingga berkendara menjadi nyaman. Struktur gear planetary independen meningkatkan efisiensi penyaluran tena ke roda dan penghematan bahan bakar,” kata Product Planning Wuling Motors, Danang Wiratmoko, di tempat yang sama.

Struktur gear planetary independen meningkatkan efisiensi penyaluran tena ke roda dan penghematan bahan bakar. Hanya, Danang belum bersedia menyebutkan angka konsumsi bahan bakar karena masih dalam proses pengujian lembaga pemerintah. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This