Fuso akan Gempur Habis Hino di Segmen Truk Menengah

Fuso akan Gempur Habis Hino di Segmen Truk Menengah
Mitsubishi Fuso Fighter diluncurkan dalam sembilan varian - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Fuso menargetkan pangsa pasar di segmen truk menengah (medium duty truck/MDT) naik menjadi berkisar 35-40% dalam tiga tahun ke depan, dibandingkan 2018 sebesar 19,2%. Kenaikan ini bakal ditopang kehadiran varian baru Fighter, produk andalan Fuso di segmen MDT.

Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), agen pemegang merek (APM) Fuso di Indonesia, Duljatmono menerangkan, saat ini, Hino menguasai segmen MDT domestik dengan pangsa pasar 60%. Fuso akan berupaya merebut sebanyak-banyaknya pangsa pasar Hino melalui Fighter.

“Sejauh ini, tren pangsa pasar kami positif, terlihat pada kenaikan tahun lalu dari 2017 yang hanya 18,6%. Tren ini bakal berlanjut tahun ini, didorong kehadiran varian baru Fighter, sehingga target pangsa pasar 35-40% diharapkan tercapai secara bertahap,” ujar Duljatmono di sela peluncuran sembilan varian baru Fighter di Jakarta, Kamis (24/1).

Menurut dia, awalnya Fighter hanya dijual di Sumatera, Oktober 2018. Respons pasar di pulau itu cukup baik. Kini, KTB melepas sembilan varian baru Fighter, yakni FM65FS Higear (4×2), FM65FS (4×2), FM65FL Higear (4×2), FM65FL (4×2), FN61FM HD (6×2), FN61FS (6×2), FN62F (6×4), FN62F HD (6×4), dan FN62FTH (6×4). Fuso akan melepas tujuh varian Fighter lagi pada semester II-2018 untuk penajaman pasar.

Baca juga: Hino Genjot Ekspor, Mitsubishi Fuso Boro-boro

Fuso Fighter – dok.Istimewa

Dia menyatakan, tahun lalu, penjualan Fuso mencapai 51.132 unit, dengan pangsa pasar 43,9% di segmen kendaraan niaga. Di segmen truk ringan (light duty truck/LDT), Fuso berkuasa multlak, dengan pangsa pasar 60%. “Kami menargetkan total pangsa pasar 50% dalam beberapa tahun ke depan. Untuk mencapai target ini, pangsa pasar di MDT harus dipacu,” papar dia.

Duljatomono memerinci, penjualan Fuso terbesar dicetak di Sumatera dengan kontribusi 30% dari total penjualan, diikuti Jabodetabek 20%, Jawa 40%, dan Indonesia timur 10-15%. Penjualan segmen MDT dipengaruhi oleh geliat proyek infrastruktur dan logistik, serta pergerakan harga komoditas unggulan ekspor, seperti batu bara dan minyak sawit.

“Kami sediakan jajaran produk lengkap di MDT melalui Fighter, yakni 4×2, 6×2, dan 6×4. Konsumen tinggal memilih produk mana yang cocok dengan bisnisnya,” kata dia.

Mesin Efisien
Sementara itu, Presiden Direktur KTB Atsushi Kurita menyatakan, Fuso membutuhkan waktu untuk mengejar Hino di segmen MDT. Sebab, si “kepala hijau” sangat kuat di segmen tersebut.

Baca juga: Biar Adil, Penjualan Fuso dan Mitsubishi Harus Dipisah

Dok.istimewa

Dia menambahkan, Fighter bertarung di segmen MDT dengan beberapa keunggulan untuk menunjang bisnis pelanggan, yakni performa mesin kuat, namun efisien. Bermodal mesin 6M600 bertenaga 240-270 PS, Fighter diklaim sanggup melewati tanjakan, kendati membawa beban berat.

“Fighter juga irit bahan bakar, lantaran memakai standari emisi Euro III dengan sistem common rail. Truk ini juga bisa memakai B20 karena dibekali saringan bahan bakar ganda,” kata dia.

Keunggulan kedua, dia menuturkan, adalah dari sisi kenyamanan. Fighter memiliki ruang kabin luas, suspensi pengemudi yang dapat disesuaikan, manuver mudah, serta kabin kedap suara bising dan getaran. Sasis juga bisa disesuaikan dengan berbagai tipe karoseri.

“Fighter memakai air suspension sehingga dipastikan lebih nyaman di jalan raya dan trek offroad,” papar dia. (Gbr)

Click me for more cool graphics…

CATEGORIES
TAGS
Share This