SUV 7 Penumpang Masih Jadi Idaman, Rush Terfavorit

SUV 7 Penumpang Masih Jadi Idaman, Rush Terfavorit
Toyota All New Rush - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Sepanjang tahun 2018 kemarin penjualan low Sport Utility Vehicle (SUV) mencapai 126.291 unit atau naik 32,5% dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, 53.145 unit diantaranya merupakan penjualan Toyota All New Rush.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) menunjukan, penjualan Rush anyar itu melonjak 165,2% dibanding penjualan tahun 2017. “Peningkatan ini didorong oleh adanya tampilan maupun peningkatan performa. Dua hal itu menjadi pertimbangan customer. Selain itu, model tujuh kursi penumpang, itu yang paling banyak peminatnya,” tutur General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto saat dihubungi Motoris, belum lama ini.

Menurut Soerjo, di segmen yang dihuni Toyota Rush dan kawan-kawan ini persepsi dan kebiasaan konsumen juga masih sama. Maklum, kebanyakan dari mereka sebelumnya pengguna low MPV.

All New Rush – dok.Toyota Astra Motor

“Sepanjang 2018 segmen pasar SUVitu meningkat. Kalau kita cermati, yang meningkat itu (model) SUV tujuh penumpang. Kalau kita lihat profil customernya, itu pergerakan dari konsumen MPV yang ingin meningkat ke SUV, artinya kenutuhan terhadap kendaraan tujuh penupang juga tidak berubah,” terang Soerjo.

Faktor budaya
Senada dengan Soerjo, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto, menyebut masih dominannya SUV tujuh kursi penumpang tak lepas dari karakteristik sosial budaya masyarakat. Menurutnya, masayakat Indonesia memiliki budaya sistem kekerabatan dan pertemanan sosial yang tinggi.

“Mereka suka pergi bersama-sama keluarga atau teman. Bepergian dengan membawa banyak barang. Intinya, masyarakat yang menjunjung nilai-nilai kebersamaan lah, sehingga dalam memilih kendaraan juga didasari karakter sosial budaya ini. Makanya MPV itu laku keras. Kebiasaan dalam memilih MPV itu juga berlaku di SUV. Jadi tidak heran SUV yang tujuh kursi paling banyak dipilih,” ungkap Jongkie saat dihubungi, Kamis (24/1/2019) petang.

Karakter dan budaya masyarakat ini, kata Public Relation Manager TAM Rouli Sijabat yang ditangkap Toyota sejak pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1970-an. “Toyota sudah sejak 1970, masuk ke pasar Indonesia, melewati berbagai masa dan situasi perubahan pasar. Kami tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia, sehingga tahu kebutuhan mereka,” paparnya kepada Motoris, Kamis (24/1/2019).

Toyota Fortuner Facelift – dok.Istimewa

Lantaran itu pula, kata Rouli, Toyota di segmen pasar SUV juga mengakomodir keinginan dan kebutuhan masyarakat yakni SUV tujuh penumpang. Dan fakta menunjukan, tak hanya Rush saja yang berjaya tetapi juga Toyota Fortuner.

Meski pertumbuhan segmen high SUV di 2018 terkoreksi 11,4%, namun Fortuner masih menggenggam pangsa pasar terbesar. Mobil ini terjual 21.459 unit. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This