Hi-Ace Terbaru Mirip Alphard, Versi Lawas Moncer di Indonesia

Hi-Ace Terbaru Mirip Alphard, Versi Lawas Moncer di Indonesia
Toyota Hi-Ace Regius versi baru atau generasi ketujuh terlihat tengah dibawa mobil gendong di Thailand - dok.Vietgiaitri.com

Bangkok, Motoris – Toyota Motors Corporation (TMC) terakhir kali melakukan rombakan drastis kendaraan komersial Toyota Hi-Ace pada tahun 2014 setelah sebelumnya di tahun 2004 rombakan telah dilakukan. Kini, di tahun 2019 ini, seiring dengan positioning kendaraan itu yang ditetapkan oleh pabrikan sebagai “Exclusive Van”, Hi-Ace kembali dirombak total bahkan tampangnya menyerupai MPV premium Toyota Alphard.

Seperti dilansir laman Vietgiaitri dan Best Car Japan, Senin (4/2/2019), belum lama ini Toyota Hi-Ace yang merupakan generasi ketujuh dan berlabel All New itu kedapatan tengah dipindahkan ke suatu tempat menggunakan mobil gendong. Ada tiga varian berbeda yang terlihat dan berhasil diabadikan melalui kamera.

Ubahan tampilan yang drastis terlihat di bagian depan. Wajah Hi-Ace paling gres itu tak lagi setengah elips yang cenderung “tanpa hidung alias pesek”, tetapi telah berbentuk kotak dengan hidung mancung berupa bonnet atau kap mesin. Hal ini dikarenakan Toyota telah memindahkan lokasi penempatan mesin yang semula di bawah jok ke bagian depan atau di bawah bonnet.

Selain faktor keamanan, pemindahan mesin tersebut tentu juga menyangkut kenyaman karena berpengaruh terhadap tingkat kesenyapan maupun vibrasi di kain. Sedangkan untuk keamanan, tentu juga terjadi benturan di bagian depan. Ubahan ini secara artististik juga bagus. Bahkan sejumlah kalangan menyebutnya seperti Toyota Alphard versi lawas.

Mesin Hi-Ace terbaru tidak lagi di bawah jok depan tetapi di bawah bonet atau kap mesin, sehingga tampang Hi-Ace anyar itu mirip dengan Alphard versi lama – dok.Vietgiaitri

Hanya, hingga kini masih belum ada informasi pasti soal mesin yang diusung van Toyota yang penjualannya telah merambah berbagai penjuru dunia itu. Kabar yang yang beredar menyebut, kemungkinan besar masih mengusung mesin 2.4L 2GD-FTV dan ada satu pilihan lagi 2.8L 1GD-FTV.

Di Indonesia, catatan penjualan Toyota Hi-Ace terbilang cemerlang. Data dari PT Toyota Astra Motor (TAM) menunjukan, penjualan dari pabrik ke diler atau wholesales Hi-Ace sepanjang tahun 2018 kemarin mencapai 3781 unit.

“Jumlah ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 2.543 unit. Dengan penjualan sebanyak itu, di tahun 2018 kemarin Hi-Ace mengusai 94% pangsa pasar di segmennya,” tutur Public Relation Manager PT TAM, Rouli Sijabat, saat dihubungi Motoris, Jumat (8/2/2019).

Tingginya permintaan Hi-Ace, kata Rouli, tak lepas dari pertumbuhan sektor pariwisata di Tanah Air. Sejumlah perusahaan jasa angkutan travel, hotel, dan perusahaan layanan jasa pariwisata lainnya mengalami pertumbuhan bisnis.

Tampilan belakang Toyota Hi-Ace Regius vers anyar atau generasi ketujuh terlihat benar-benar mengotak dan mengimbangi tampilan bagian depan – dok.Vietgiaitri

“Sejalan dengan itulah, permintaan Hi-Ace juga meningkat. Tercatat, dari Bali, Bandung, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan daerah lainnya di Indonesia permintaan kendaraan ini mengalami kenaikan,” imbuh Rouli.

Hanya, peluncuran Hi-Ace versi terbaru itu belum diinformasikan. Begitu pun di Indonesia. “Tentu, kami berkomitmen memberikan produk dan layanan terbaik kepada konsumen. Termasuk soal produk baru, tidak terkecuali Hi-Ace terbaru. Hanya, kapan waktunya, tentunya kami mempeljarinya terlebih dulu secara komprehensif. Bagaimana respon pasar,  terutama kebutuhan konsumen,” kata Rouli. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This