Penjualan  Motor Sport Diperkirakan Masih Tertekan

Penjualan  Motor Sport Diperkirakan Masih Tertekan
Ilustrasi, motor sport Honda di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan sepeda motor varian sport sepanjang tahun 2019 ini diperkirakan masih belum beranjak dari tahun 2018. Artinya, tekanan masih akan terjadi di sepanjang tahun ini.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukan dari total penjualan sepeda motor yang sebanyak 6.383.111 unit di tahun lalu, porsi motor sport hanya 7,5% atau turun dibanding porsi di tahun 2017 yang masih sebesar 9.2%.

“Penurunan ini terjadi karena beberapa sebab. Pertama, karena banyak yang beralih ke skutik premium. Kedua, karena faktor daya beli,” tutur Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, yang dihubungi belum lama ini.

Kondisi seperti itu, lanjut Sigit, kemungkinan masih akan terjadi di tahun 2019 ini. Terlebih, perkembangan varian skutik di masing-masing segmen berlangsung begitu cepat.

Iustrasi, Suzuki GSX-R150 ABS diluncurkan di IMOS 2018 – dok.Motoris

“Sebenarnya, di segmen sport juga perubahan-perubahan juga terjadi, tetapi kan dari sisi jumlah varian dan segmen tidak sebanyak skutik. Terlebih, kondisi ekonomi dan situasi politik juga berpengaruh. Jadi secara total, prediksi pertumbuhan pasar motor masih stagnan seperti tahun 2018, penjualan diperkirakan masih 6,3 juta unit,” papar Sigit.

Perkiraan serupa diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno. Menurutnya, tahun 2019 ini kalangan perusahaan pembiayaan memiliki proyeksi yang konservatif. Artinya, kata dia, sama dengan para pelaku industri otomotif.

“Kalau ditanya, produk mana yang menghadapi tantangan berat ya tentu saja yang harganya lebih mahal (motor sport). Kalau, dalam kondisi seperti itu (ekonomi mengalami tekanan) tentunya masyarakat juga akan berpikir yang mana yang jadi prioritas. Motor ya yang untuk kendaraan sehari-hari, fungsi pokok dulu,” paparnya saat dihubungi, Kamis (7/2/2019).

Yamaha MT-15 varian warna Matte Blue – dok.Istimewa

Sigit Kumala juga melontarkan alasan serupa. Menurutnya, masyarakat akan memilih memenuhi kebutuhan pokok dulu dalam memilih motor. “Kalau motor sport, itu umumnya motor yang kedua. Atau biasanya untuk gaya hidup atau hobi,” kata dia. (Fer/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This