Pembeli Moge Ogah Kredit, Pasar Tetap Berkembang

Pembeli Moge Ogah Kredit, Pasar Tetap Berkembang
Honda CB500X dengan tampilan warna baru diluncurkan di Bandung 9 Februari 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Berbeda dengan konsumen di segmen motor biasa, calon pembeli sepeda motor gede atau moge, umumnya justeru menolak tawaran kredit tanpa uang (DP) sekali pun. Selain memiliki daya beli atau kemampuan finansial yang lebih besar, konsumen segmen ini memiliki kalksulasi rasional yang tinggi.

Lantaran itulah, bagi Agen Pemegang Mereka (APM) momen kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) hingga beberapa kali pun bukan momok untuk menjual varian moge. Termasuk di tahun 2019 ini.

“Potensi pasar segmen ini (moge) itu besar, karena daya beli segmen market yang disasar juga memiliki daya beli yang tinggi, dan elastis terhadap harga. Jadi, untuk menggaiarhkan pasar menarik minat konsumen, model-model dengan tampilan maupun teknologi yang menarik harus terus ditawarkan. Itulah yang saat ini kami lakukan,” tutur Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya, saat ditemui di sela peluncuran moge Honda CB650R Neo Sport Café di Bandung, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Thomas juga menyebut, tahun lalu pihaknya berhasil menjual 500 unit moge yakni motor dengan kubikasi mesin 500 – 1.000 cc. Dari jumlah ini, hampir 100% pembeliannya dilakukan secara tunai. “Karena itu, ada kenaikan tingkat suku bunga kredit atau tidak, bagi segmen moge itu tidak berpengaruh,” kata dia.

Honda CMX500 Rebel memiliki daya tarik yang kuat dengan gaya retronya – dok.Istimewa

Presiden Direktur PT Presiden Direktur PT Federal Internasional Finance (FIF Group), Margono Tanuwijaya juga menyebut fakta serupa. Menurutnya, selain memiliki kemampuan finansial yang lebih tinggi, para pembeli moge umumnya memiliki perhitungan yang cermat baik.

“Kalau target market moge kita tawarin kredit, DP0%, atau lainnya yang berkaitan dengan kredit, mereka justeru enggak mau. Lha buat apa, kan secara tunai saja bisa,” ungkap Margono saat dihubungi Motoris, Selasa (12/2/2019).

Pasar berkembang
Pernyataan senada diungkapkan Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala. Menurutnya, konsumen moge lebih suka membeli secara tunai. Pasalnya, mereka memiliki uang yang jauh dari cukup.

“Umumnya, justeru menghindari kredit. Karena bagi mereka, kalau dihitung-hitung harga kendaraan yang mereka beli jatuhnya lebih mahal kalau dibeli secara kredit,” ujar Sigit.

Selain itu, konsumen segmen ini juga lebih elastis terhadap harga meski dengan kalkulasi rasional. Artinya, dengan prinsip value for money, sejauh harga itu masih sebanding dengan keuntungan yang mereka dapatkan maka harga tetap akan mereka bayar.

“Misalnya, harga moge itu naik tetapi ada tambahan tapilan baru, ada teknologi, atau fitur baru. Bagi mereka, itu tidak jadi soal,” terang Sigit.

Honda CB650 Neo Sport Cafe diluncurkan PT AHM- dok.Motoris

Dengan karakteristik konsumen moge yang seperti itu, Sigit memperkirakan pertumbuhan pasar moge tahun ini masih bertumbuh. Meski secara keseluruhan porsi segmen ini masih relatif kecil, yakni sekitar 2% dari total penjualan kendaraan bermotor rida dua.

Tetapi, lanjut Sigit, satu hal yang patut diingat, meski hanya 2% ternyata pembeli moge bukanlah orang yang sama. Artinya, dari sisi populasi motor maupun pemiliknya juga bertambah. “Dengan kata lain, segmen pasar ini hidup dan berkembang,” imbuh dia. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This