Setelah Bonyok Terus, Honda Tak Kerek Harga Mobilio Baru

Setelah Bonyok Terus, Honda Tak Kerek Harga Mobilio Baru
Honda Mobilio versi terbaru dibanderol tetap atau harga tidak mengalami kenaikan - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Setelah penjualannya bonyok terus menerus hanya selang setahun setelah diluncurkan pertama kali tahun 2014, akhir Honda Mobilio melakukan perlawanan kepada para pesaingnya. Selain memoles tampilan dan fitur, PT Honda Prospect Motor (HPM) yang menjajakannya mencoba memainkan strategi harga.

Honda Mobilio versi facelift yang diluncurkan Kamis (21/2/2019), dibanderol sama seperti versi lawas yakni mulai Rp 194 juta. Sedangkan untuk varian tertinggi, yakni Mobilio RS CVT dihargai Rp 248 juta.

Artinya, harga ini tak berbeda – atau malah lebih murah sangat sedikit untuk varian terendah- dibanding harga model lawas. Harga Mobilio versi lama di sejumlah diler di Jakarta dipatok pada rentang besaran Rp 194,5 – 247 jutaan.

Dalam keterangan tertulis, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM, Jonfis Fandy, tak lupa mengingatkan ke masyarakat konsumen, aspek yang terpenting adalah value for money. Ukurannya, harga yang sepadan dengan fitur kenayamanan dan keamanan, serta biaya operasional yang ringan. Sebuah pernyataan yang standar.

Honda Mobilio versi baru diluncurkan di Jakarta, 21 Fenruari 2019 – dok.Motoris

Meski, sejatinya ukuran dan pernyataan seperti itu merupakan pernyataan standar yang umum dilontarkan agen pemegang merek ketika meluncurkan produk. “Tidak hanya melalui penyegaran tampilan dan fitur baru, New Mobilio juga tetap menawarkan performa yamg bertenaga sekaligus hemat bahan bakar, desain yang sporty sekaligus fitur-fitur untuk kenyamanan, hingga harga yang value for money dan biaya operasional yang ringan,” papar Jonfis.

Jika HPM tetap menahan harga juga sangat masuk akal. Barangkali para petinggi HPM juga realistis melihat fakta yang ada. Data berbicara, tren penjualan Honda Mobilio terus menurun atau bahkan bisa dibilang ambrol hanya selang setahun setelah diluncurkan.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) itu menunjukan, saat diluncurkan penjualan Mobilio memang langsung mencorong. Dia terjual 79.288 unit. Tapi di tahun berikutnya tiba-tiba menukik tajam, sehingga menjadi 42.932 unit.

Rontoknya penjualan terus terjadi di tahun 2016 dan 2017. Saat itu low MPV andalan Honda ini laku sebanyak 39.482 unit dan 35.430 unit.Tahun 2018 makin nelangsa. Dia hanya laku 24.373 unit alias longsor hingga 31,21% dari penjualan di tahun 2017. Pangsa pasarnya di tahun 2018 itu hanya 9,4%.

Terlebih, gempuran para pesaing semakin gencar. Setelah Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia menerobos pasar di pertengahan Januari lalu, Suzuki memoles Ertiga dengan tambahan fitur baru.

Ilustrasi, Honda Mobilio RS versi lama- dok.Istimewa

Sedangkan entakan yang paling gres datang dari PT Nissan Motor Indonesia yang menggelontorkan Nissan Livina versi anyar. Meski berbasis Mitsubishi Xpander, namun low MPV Nissan itu tampil berbeda dengan saudara seibunya itu.

Tapi satu hal yang perlu dicermati, penguasa pasar low MPV yakni Toyota Avanza – termasuk Daihatsu Xenia – harganya tak dikerek. Lantaran itulah, jika Honda salah langkah  dengan mengerek harga, padahal ubahan yang diberikan minim, bisa wassalamm.

Sentuhan baru yang diberikan Honda memang terbilang biasa-biasa saja. Ubahan tersebut ada di eksterior maupun interior. Ubahan di sektor ini  ada pada lampu utama yang ditambahi LED daytime running light, spoiler baru di depan, serta pelek 15 inci two tone alloy wheel.

Sedangkan head unit baru hadir di interior, menemani redesain dashboard termasuk panel instrumen (di tipe RS).  Pada tipe RS  itu pula, ubahan juga terlihat dengan hadirnya smoked rear combi lamp berdesain lebih agresif dan antena shark fin. (Sql)

CATEGORIES
TAGS
Share This