Xpander Jangan Senang Dulu, Avanza Bakal Terkam Balik Bulan Depan

Xpander Jangan Senang Dulu, Avanza Bakal Terkam Balik Bulan Depan
Toyota New Veloz (Motoris)

Magelang, Motoris – Mitsubishi Xpander memang merajai segmen kendaraan multiguna bawah (low multipurpose vehicle/LMPV) Januari lalu dengan penjualan 5.708 unit, sedangkan rival utamanya Toyota Avanza 5.500 unit. Akan tetapi, cerita ini kemungkinan segera berubah, seiring mulai naiknya produksi dan derasnya torehan surat pemesanan kendaraan (SPK).

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandi menerangkan, jumlah SPK Toyota New Avanza dan Veloz mencapai 14.300 unit hingga pekan lalu sejak dirilis 15 Januari 2019. Masa tunggu (inden) mobil sejuta umat ini kini mencapai 1,5-2 bulan.

Perinciannya, sebanyak 50% merupakan tipe G dan E, sedangkan sisanya Veloz 1,3 liter dan 1,5 liter. Mayoritas SPK Avanza dan Veloz dicetak di kota-kota besar Jawa, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, sedangkan sisanya di luar Jawa.

Menurut Anton, sebanyak 50% pembeli Avanza dan Veloz facelift adalah pembeli anyar, 30% pembeli model lama dan model lainnya, dan sisanya penambahan unit dan fleet.

Baca juga: Xpander Belum Habis, Tiban Avanza di Januari 

“Mereka membeli Avanza dan Veloz baru karena value for money atau harganya sebanding dengan fitur, fungsi, dan kenyamanan yang ditawarkan,” papar dia di sela journalist test drive New Avanza dan Veloz di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (27/2).

Menurut dia, dengan sistem penggerak roda belakang, Avanza dan Veloz cocok dengan karakter jalanan di Indonesia. Konsumen membutuhkan kendaraan yang tahan banting seperti Avanza untuk melewati kontur jalanan yang kurang bagus maupun tanjakan.

Anton menilai, torehan SPK dan inden Avanz dan Veloz masih wajar. Sebab, mobil ini baru saja dirilis. Adapun hingga kini, TAM telah memasok sekitar 5.500 unit dua model ke konsumen.

Dia menerangkan, TAM sebenarnya membutuhkan pasokan sekitar 7.500 unit per bulan dari PT Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk meladeni permintaan Veloz. Akan tetapi, produksi tak bisa langsung digenjot ke level itu karena ada beberapa perubahan dibandingkan model lama.

Perubahan itu, kata dia, mencakup eksterior, terutama grille, bemper depan, dan lampu utama, kemudian suspensi, dan sistem hiburan. Semua itu membutuhkan waktu untuk penyesuaian di level produksi.

Dia memprediksi pasokan Avanza dan Veloz anyar ke dealer (wholesales) mulai meningkat Februari 2019 menjadi sekitat 6.000 unit. Angka 7.000 unit masih susah dicapai pada Februari mengingat hari kerja pendek dan ada libur Imlek.

Pasokan dua mobil ini, kata dia, baru akan mencapai 7.000 unit lebih memasuki Maret 2019. Ketika angka ini tercapai, Avanza dan Veloz anyar kemungkinan bisa kembali memuncaki pasar LMPV nasional. (gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This