Totalitas, Eksploitasi Nissan pada Xpander

Totalitas, Eksploitasi Nissan pada Xpander

Jakarta, Motoris – Ungkapan bos Nissan soal Xpander yang hanya dianggap sekadar aset, tercemin bukan hanya dalam rangkaian kata saja. Sebagai pemilik, Nissan lewat kekuatan dan kuasanya mampu menjual Livina, hasil rebadge Xpander, dengan harga yang lebih kompetitif. Kali ini, eksploitasi Nissan berlanjut semakin dalam lagi.

Sesuai rekam jajak sejak peluncuran Xpander, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mati-matian menjaga citra merek dan produk baru mereka agar tidak jatuh. Salah satunya, adalah keputusan supaya Xpander tidak menyentuh segmen fleet, dalam hal ini taksi pelat kuning.

Semua ini dilakukan untuk menjaga kebanggaan konsumen terhadap Xpander, kira-kira begitu kesimpulan para eksekutif MMKSI, waktu menjelaskan keputusannya ini. Meskipun, di akhir 2018 lalu, Xpander menyentuh juga segmen fleet, tapi jadi transportasi para awak kabin maskapai Garuda Indonesia.

Inden yang mulai tipis, serta tuntutan target yang tetap tinggi, membuat MMKSI harus mencari jalan, supaya jualan moncer.

Baca juga: Maaf, Nissan Hanya Anggap Xpander Sekadar Aset

Generasi terbaru Livina, berstatus rebadge, tetapi sebagai pemilik bebas eksploitasi. dok. NMI

Tapi, lagi-lagi sebagai pemilik Mitsubishi, Nissan santai saja kelihatannya. Kalaupun ada Nissan Livina yang dibeli untuk jadi taksi pelat kuning, pihak PT Nissan Motor Indonesia (NMI), tidak berkeberatan.

“Boleh saja, karena pada dasarnya siapa pun yang beli mobil bisa digunakan untuk apa saja. Tapi kalau bisa untuk fleet seperti taksi memang belum ada omongan yang mengarah ke sana,” ucap Hana di Tangerang, mengutip Kompas.com, Senin (4/3/2019).

Memang Nissan masih dalam tahap euforia peluncuran generasi terbaru Livina (rebadge Xpander) di Indonesia. Gelaran acara di lingkup regional daerah di luar Ibu Kota, masih terus bergulir, termasuk pameran di mal-mal seluruh Indonesia.

Fokus utama Livina memang berstatus sebagai mobil penumpang, sehingga konsumen keluarga jadi target utama. Tapi, pepatah mengatakan, “Jangan menolak rezeki, karena tidak baik.”

“Jika ada dealing pasti kami pertimbangakan. Pada dasarnya boleh-boleh saja kalau ada yang beli,” ucap Hana. (Sna)

CATEGORIES
TAGS
Share This