Avanza Digempur Xpander Cs, Toyota Tetap Pede Karena Faktor Ini

Avanza Digempur Xpander Cs, Toyota Tetap Pede Karena Faktor Ini
New Toyota Avanza yang dilucurkan 15 Januari 2019 saat tes drive dari Cirebon menuju Semarang - dok.Istimewa

Semarang, Motoris – Meski merek-merek pesaing terus gencar menghadirkan low MPV versi baru atau model lama dengan polesan baru plus imbuhan berbagai fitur, PT Toyota Astra Motor (TAM) mengaku tetap tak gentar menyuguhkan Avanza ke masyarakat. Sebab, agen pemegang merek Toyota meyakini ada sejumlah keunggulan yang dimiliki low MPV andalannya itu.

“Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi keunggulan Toyta Avanza. Salah satunya soal brand awareness masyarakat. Tidak bisa dimungkiri, Avanza memiliki popularitas yang tinggi. Ini tidak lepas dari jumlah populasi yang banyak. Sejak diluncurkan di tahun 2003 sampai saat ini populasinya sudah sekitar 1,8 jutaan unit. Brand-nya sebagai pelopor low MPV sudah dikenal masyarakat,” tutur Deputy Division Head Marketing Planning PT TAM, Andri Widiyanto, saat ditemui Motoris di sela Journalist Toyota Avanza Test Drive, di Semarang, Minggu (3/3/2019).

Kedua, dengan sistem penggerak roda belakang, Avanza memiliki keunggulan yang berbeda dengan mobil sejenis dan sekelas dari merek lain. Fakta ini, kata Andri, menjadi keunikan khas Avanza.

Menurut dia, penggunaan sistem penggerak itu sengaja dirancang para insinyur Toyota karena sesuai dengan realita karakter alam Indonesia. Khususnya di luar perkotaan seperti Jakarta. “Dengan sistem penggerak seperti itu, maka Avanza oke saat digeber di jalanan menanjak dengan muatan penuh baik penumpang maupun barang. Bagi masyarakat konsumen di daerah, faktor seperti ini sangat utama. Apalagi performa mesin oke, bandel, dan irit,” terang Andri.

Toyota Avanza dan Veloz versi terbaru terjual lebih dari 16.300 unit dalam waktu satu setengah bulan sejak diluncurkan 15 Januari 2019 – dok.Istimewa

Ketiga, suku cadangnya sangat mudah di dapat. Sebab, di semua bengkel resmi dan di hampir semua bengkel non-resmi yang ada di Indonesia tersedia spare part mobil itu. Soal harga, kata Andri, memang relatif, namun kualitas suku cadang Avanza memiliki tingkat yang bagus.

“Faktor keempat adalah harga jual kembali yang stabil. Bagi masyarakat, faktor jual kembali mobil yang mereka beli sering menjadi pertimbangan tersendiri. Dan Avanza membuktikan hal itu, harga jual kembalinya tetap stabil,” kata Andri.

Sesuai target pasar
Sementara yang kelima, positioning product yang tepat. Soal ini, Andri menegaskan sedari awal Toyota Indonesia telah melakukan riset soal peta potensi potensial low MPV di Tanah Air, baik soal kebutuhan, keinginan, hingga daya beli masyarakat.

“Dari situlah, Toyota tahu, pembeli potensial low MPV itu bervariasi. Beragam keinginan dan kebutuhan, serta kemampuan daya beli. Sehingga disuguhkan varian 1.3 dan 1.5, dengan varian tipe yang beragam. Sehingga semua pembeli potensial dengan berbagai latar belakang itu bisa mengakses membeli Avanza sesuai dengan latar belakang keinginan, kebutuhan, selera, hingga daya beli,” jelas Andri.

Pernyataan Andri diamini Branch Manager Nasmoco – diler resmi Toyota – untuk wilayah Magelang, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta, Unky Raharjo. Menurut dia, dengan portofolio varian Avanza yang membentang dari varian 1.3 dengan berbagai tipe hingga varian 1.5 dengan berbagai tipe lebih memudahkan tenaga penjualan dalam memasarkan produk.

Model paling laris di jajaran New Toyota Avanza adalah model 1.3 – dok.Istimewa

“Karena realita di lapangan memang keinginan, selera, sampai daya beli low MPV itu di rentang 1.3 sampai 1.5 dengna tipe-tipe berdasar fiturnya, sesuai yang disuguhkan Toyota melalui Avanza. Jadi, masyarakat akan jauh lebih tertarik,” kata Unky saat ditemui Motoris di Magelang, Senin (4/3/2019).

Sekadar catatan, TAM mengklaim sejak diluncurkan 15 Januari hingga 28 Februari, New Avanza telah terjual 16.325 unit. Dari jumlah itu, 37% berada di Jabodetabek, 12% di Sumatera Utara, dan 10% di Jawa Tengah. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This