Dipepet Low MPV, Penjualan LCGC Rawan Turun Lagi

Dipepet Low MPV, Penjualan LCGC Rawan Turun Lagi
Ilustrasi, Daihatsu Sigra dan saudara kembarnya Toyota Calya yang merupakan LCGC penjualannnya tertinggi di sepanjang tahun 2018 lalu - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan Kendaraan Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau biasa disebut LCGC, tahun ini diperkirakan masih tertekan sehingga rawan mengalami penurunan. Salah satu tantangan terberat adalah tawaran paket penjualan Low MPV yang beda-beda tipis dengan paket penjualan dan harga LCGC.

“Orang tentu ingin mendapatkan yang lebih bagus tingkatannya. Sehingga, kalau diberi tawaran apakah pilih LCGC atau Low MPV ya tentu pilihannya akan jatuh ke Low MPV. Apalagi, kalau harganya hanya terpaut sedikit. Jadi iming-iming upgrade itu bisa membuat orang beralih,” tutur General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto saat dihubungi belum lama ini.

Pernyataan senada diungkapkan oleh Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D.Sugiarto. Menurutnya, keberadaan Low MPV dengan harga yang tak terpaut jauh dengan harga LCGC akan membuat masyarakat lebih tergiur meminang mobil keluarga kelas tersebut.

“Karena secara fungsional sesuai harapan, banyak mengangkut penumpang. Tampilan juga beda karena kelasnya sudah Low MPV, dan fiturnya barangkali juga berbeda. Ini yang membuat tertarik, apalagi kalau paket skema pembelian seperti kreditnya juga menarik,” papar Jongkie saat dihubungi, Kamis (14/3/2019).

Faktor lain yang juga turut membuat penjualan LCGC adalah, kehadiran taksi online. Sebab, bagi masyarakat yang baru akan menjangkau mobil kategori LCGC atau bahkan di atasnya, dengan menggunakan jasa taksi online mereka tak perlu repot dengan biaya perawatan, parkir, dan kredit mobil.

Calya, LCGC tujuh penumpang atau MPV segmen entry level – dok.Motoris

Fakta berbicara, beberapa Low MPV dibanderol hampir mendekati harga LCGC. Salah satunya adalah, Low MPV Wuling Motors – yakni Wuling Confero – yang di Jakarta dibanderol Rp137,8 – Rp175,8 juta. Sedangkan tipe terendah dari Toyota New Avanza yakni tipe 1.3 E M/T 2019 dibanderol Rp 191,1 jutaan.

Data Gaikindo menunjukan, sepanjang tahun 2018 lalu penjualan LCGC tercatat sebanyak 230.444 unit. Jumlah ini menciut 4,1% dibanding penjualan tahun 2017.

Menurut Soerjopranoto, selain faktor tekanan dari harga Low MPV dan maraknya taksi online, sikap selektif dari lembaga pembiayaan (leasing) juga berpengaruh. Mereka bersikap seperti itu karena meningkatnya kredit macet di segmen pasar LCGC. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This