Jadi Barang Bergengsi, Toyota Luncurkan C-HR Hybrid

Jadi Barang Bergengsi, Toyota Luncurkan C-HR Hybrid
Toyota C-HR Hybrid saat diperkenalkan di GIIAS 2018- dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Toyota Astra Motor (TAM) menjadwalkan peluncurkan crossover Toyota C-HR versi hybrid di Indonesia pada Senin (22/4/2019) mendatang. Agen pemegang merek Toyota di Indonesia ini optimis barang dagangannya itu bakal diminati konsumen karena sejumlah fakta.

Salah satu alasan yang disodorkan oleh Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto adalah soal gaya hidup dari kalangan “berduit” alias orang kaya di Tanah Air dalam mengekspresikan eksistensi diri mereka. Bukan sekadar tampil beda, tetapi juga mengarah ke sesuatu yang memiliki manfaat lebih, sehingga jauh lebih bergengsi.

“Kalau kita melihat dari pengalaman peluncuran Toyota Camry hybrid, umumnya pelanggan yang meminatinya adalah mereka yang menyadari bahwa teknologi hybrid merupakan teknologi yang advance, jadi lebih bergengsi. Teknologi bagi mereka menjadi sebuah representasi simbol status mereka,” papar Soerjo saat ditemui di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Para penyuka kendaraan berteknologi hybrid itu secara ekonomi memang dari kalangan mapan yang elastis terhadap harga. Artinya, soal harga bukan masalah.  Dan faktanya, lanjut Soerjo, orang yang telah mapan secara ekonomi, kebutuhannya telah mencapai tingkat bagaimana memenuhi kebutuhan sosial yakni mengekspresikan eksistensi diri.

All New Toyota C-HR disuguhkan di GIIAS baik versi konvensional maupun hybrid – dok.Motoris

“Memang ada, dari sejumlah pembeli hybrid itu yang didasari kesadaran terhadap soal lingkungan. Tapi, jujur saja, itu masih relatif kecil. Umumnya, atau yang terbesar masih didasari pertimbangan gaya hidup, pakai mobil berteknologi tinggi, prestise-nya dinilai lebih tinggi,” ungkap dia.

Berkaca ke Camry hybrid
Sebagai contoh, Soerjo menyodorkan data penjualan Toyota Camry sepanjang tahun 2018 lalu yang sebanyak 1.200 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 unit merupakan Camry hybrid. “Tahun lalu, Camry hybrid itu 12% dari total penjualan Camry. Tahun ini kami optimis bisa di atas 12%. Sedangkan total penjualan mobil hybrid Toyota akan jauh meningkat karena hadirnya Toyota C-HR hybrid,” aku Soerjo.

Alasan ketiga, sejak diperkenakan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 lalu, tak sedikit dari peminat Toyota C-HR yang menanyakan versi hybrid. “Setelah dibawa ke GIIAS 2018 kemarin, sebagai penjajakan ke pasar, ternyata responnya bagus. Pembeli C-HR versi konvesional banyak yang menanyakan kapan hybrid ini dipasarkan,” kata Soerjo.

Seorang pengunjung IIMS 2018 yang dengan seksama memperhatikan crossover Toyota All New C-HR – dok.Motoris

Data Gakindo menunjukan, sepanjang tahun 2018, penjualan crossover bermsin 1.8 L A/T itu menapai 441 unit. Mobil ini ditawarkan dalam dua varian, yakni 1.8 L A/T Single Tone yang dibanderol Rp 488 juta, dan 1.8 A/T Dual Tone yang dihargai Rp 490 juta on the road DKI Jakarta.

“Sedangkan untuk versi hybrid, nanti kisaran harganya Rp 500 – 600 juta. Soal spesifikasi dan lainnya, nanti saja pas peluncuran,” imbuh Soerjo. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This