Ini Alasan Benelli Boyong Leoncino 500 ke IIMS

Ini Alasan Benelli Boyong Leoncino 500 ke IIMS
Benelli Leoncino model 2016 - dok.Overdrive.in

Jakarta, Motoris – Selain menyuguhkan RFS 150 yang bakal “menyengat” Yamaha MX King, PT Benelli Motor Indonesia (BMI) juga bakal menyuguhkan motor bergaya scrambler – Benelli Leoncino 500 dan 250 – di hajatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Tren gaya retro yang tengah mewabah dan menjamurnya pehobi motor di kalangan kelas menengah menjadi pendorong BMI menyuguhkan motor itu.

“Sekarang ini tren motor retro, termasuk genre scrambler di kita (Indonesia) it uterus mewabah. Bahkan, diperkirakan sampai 10-15 tahun mendatang. Makanya, kita bawa Leoncino 500 di IIMS 2019,” tutur Chief Executive Officer (CEO) PT BMI, Stefan Kentjana Putra, saat dihubungi, Senin (22/4/2019).

Menurut Stefan, Benelli memiliki modal kuat untuk bertarung di segmen ini. Pasalnya, pabrikan asal Pesaro, Italia – yang kini telah dibeli Qinjiang Group, pabrikan asal Cina – itu memiliki sejarah yang mencorong di segmen retro klasik.

Bahkan, lanjut dia, itu terjadi sejak tahun 1911 atau ketika pabrikan itu baru lahir. Sejumlah model-model “hot” (yang kini keudian dinamai sebagai model retro klasik) kala awal-awal pabrikan berdiri, sudah dibuat.

Benelli Leoncino 500 model tahun 2018 – dok.Overdrive

“Salah satunya ya Leoncino itu. Jadi, ini bagi orang-orang yang paham betul sejarah Benelli dan paham sejarah motor bergaya scrambler pasti mengetahuinya. Karena itulah, kami bawa ke IIMS,” papar Stefan.

Leoncino 500 mengusung mesin 4-tak injeksi 2-silinder 500 cc. Mesin ini diklaim mampu menyemburkan tenaga hingga 46 hp pada putaran mesin 8.000 rpm dan torsi hingga 45 Nm pada 5.000 rpm.

Sementara, varian 250 dibekali mesin 249 cc satu silinder, 4 katup. Tenaganya mencapai 25,8 hp dan torsi 21,2 Nm.

Soal harga, Stefan masih enggan membocorkannya. Dia meminta agar menunggu hingga IIMS 2019 yang berlangsung 25 April – 5 Mei nanti tiba. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This