Konsep AP4 di IIMS, Xpander pun Bisa Jadi Mobil Reli Tangguh

Konsep AP4 di IIMS, Xpander pun Bisa Jadi Mobil Reli Tangguh
Konsep Xpander AP4 di IIMS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Satu hal menarik disuguhkan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI) di hajatan Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, yakni konsep Xpander AP4. Konsep ini merupakan konsep mobil reli dengan basis Mitsubishi Xpander.

“Xpander AP4 concept merupakan langkah untuk membuktikan bahwa Mitsubishi Xpander memiliki nilai yang lebih dari sekadar mobil MPV keluarga. Konsep ini fokus pada kekuatan, ketahanan, dan impresi berkendara yang fenomenal,” tutur President Director TK MMKSI, Naoya Nakamura, di Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Dengan modifikasi yang dilakukan di Xpander AP4 itu pula, lanjut Nakamura, MMKSI ingin memacu kalangan pehobi motorsport dan modifikasi untuk melakukan personalisasi terhadap mobil Xpander milik mereka. Bahkan, untuk mewujudkan itu hanya dibutuhkan upaya dan biaya minimal, meski hasilnya maksimal.

“Itu bisa terjadi, karena Xpander merupakan kendaraan yang dikembangkan dengan keunggulan desain atraktif, fitur fungsional, ruang kabin yang lapang dan nyaman, serta aman dikendarai,” terang Nakamura.

Tamplan samping konsep Xpander AP4 – dok.Motoris

Deputy General Manager Planning & Communication Group MMKSI, Intan Vidiasari, menyebut konsep Xpander AP4 ini diinisiasi oleh Brand Ambassador Mitsubishi yang juga pereli kondang, Rifat Sungkar. “Ini masih berupa konsep, sedangkan wujud yang sebenarnya dari Xpander AP4 ini nanti akan diperkenalkan di ajang GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2019, Agustus mendatang,” kata Intan.

Dia menyebut, tahun ini Xpander direncanakan mengikuti sebuah event motorsport bertajuk AP4. “Keikutsertaan ini menjadi sebuah cara pembuktian keandalan, kenyamanan, dan keamanan Xpander yang ternyata juga bisa menjadi mobil untuk reli,” ujarnya.

Ide konsep AP4
Sementara itu, Rifat Sungkar yang hadir di tempat yang sama menjelaskan AP4 merupakan sebuah mobil yang dicanangkan oleh Motorsport New Zealand (MNSZ) dan Confederation of Australia Motorsport (CAMS). Keduanya merupakan induk olahraga otomotif di masing-masing negara.

“Itu (pencanangan) dilakukan pada tahun 2015. Mobil AP4 ini dibuat sebagai alternatif karena mobil reli berjenis R5 yang merupakan spesifikasi World Rally Championship terlampau mahal,” tutur dia.

Lantaran itu, digunakan mobil harian yang telah diproduksi dan digunakan oleh masyarakat atau telah beredar di pasaran. Dengan demikian, para pelaku industri reli dapat menekan biaya produksi lebih murah berlipat-lipat.

Pereli kondang yang juga Brand Ambassador Mitsubishi Rifat Sungkar tengah) saat menjelaskan ide Xpander AP4 – dok.Motoris

Sedangkan soal ide menyodorkan Mitsubishi Xpander sebagai kendaraan yang bakal dijadikan mobil reli di ajang AP4, Rifat mendapatkan ide itu ketika melakukan syting untuk iklan low MPV tersebut di Okasaki, Jepang, beberapa waktu lalu.

“Saat itu, saya baru beberapa menit mengendarai Xpander langsung merasakan kenyamanan dan kemudahan mengendarainya. Enak digunakan bermanuver. Padahal, ini kan mobil dengan wheelbase yang panjang. Dari situlah ide ini muncul,” terang dia.

Terlebih, bobot Xpander secara normal hanya 1.280 kilogram (kg), sehingga jika digunakan untuk mobil yang berlaga di ajang AP4 akan dengan mudah memenuhi syarat. Sebab, sesuai dengan regulasi di laga itu, bobot mobil yang digunakan hanya 1.230 – 1.300 kg.

Tampilan belakang konsep Xpander AP4 – dok.Motoris

“Jadi, kalau saya misalnya copotin jok-jok belakang. Kemudian motor kaca jendela (power window) dan beberapa lainnya bisa dengan mudah terpenuhi. Meski nanti ada penambahan rollcage,” terang Rifat.

Hanya, soal apa saja yang akan ditambahkan dan seperti apa ubahan di mesin, dia belum bersedia mengungkapkannya. Tapi yang pasti, dengan settingan baru plus turbo nanti, mesin Xpander akan memiliki performa yang melebihi mesin 2.0 liter Mitsubishi Evo.

Sistem penggeraknya pun tentu berbeda dengan ayang ada saat ini, Besar kemungkinan menggunakan sistem penggerak 4×4, “Tapi, detilnya nanti saja di GIIAS (Gaikindo ndonesia International Auto Show) 2019,” elak Rifat. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This