Angkot Pakai Basis Pikap Carry, Untung Lebih Membubung

Angkot Pakai Basis Pikap Carry, Untung Lebih Membubung
Pikap Suzuki Carry yang diaplikasikan sebagai mobil angkutan kota - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) meluncurkan pikap Carry versi terbaru atau New Suzuki Carry Pick Up di ajang Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 dengan beragam varian aplikasi, salah satunya angkutan kota (Angkot). Penggunaan sasis pikap Carry untuk kendaraan angkutan penumpang umum itu diklaim memberi banyak keuntungan.

Seperti dungkapkan Head of 4W Product Development & Accessories PT SIS, Yulius Purwanto, pikap Suzuki Carry yang memiliki karakter dasar berkonsep ILMU – singkatan dari Irit bahan bakar dan perawatan (I), Lama umur pakai (L), Muat banyak (M) dan Untung di ujung (U) – itu bisa diaplikasi untuk berbagai kegiatan bisnis maupun sosial.

“Suzuki Carry bisa diaplikasikan untuk kendaraan angkutan kota atau angkot. Kemudian mobil box, mobil toko, arm roll, dump truk, ambulance, dan lain-lain. Semua kendaraan dengan basis Carry ini tentu lebih menguntungkan,” ujar Purwanto, di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Kapasitas angkut Pikap Suzuki Carry versi baru mencapai 1 ton dengan bak yang lebih luas dan lebih panjang – dok.Motoris

Sementara, khusus untuk angkot, ruang penumpang akan lebih lapang sehingga penumpang akan lebih nyaman duduk dan keluar masuk di saat kondisi penuh sekali pun. Pasalnya, dimensi ukuran chassis pikap Carry baru ini lebih besar yakni panjang 4.415 mm, lebar 1.675 mm, dan tinggi 2.200 mm.

“Dengan dimensi ukuran seperti ini, maka kapasitas penumpang juga bisa lebih banyak. Apalagi, dengan chassis yang ada dan mesin baru K15 Series kapasitas angkut pikap New Carry ini mencapai 1 ton dan masih bisa lebih. Di Bagian kabain depan juga dirangang ulang yang memberikan kenyamanan bagi tiga orang (satu supir dan dua penumpang),” kata Purwanto.

Mesin anyar yang diusungya – K15 Series – juga diklaim lebih irit 15% ketimbang mesin versi lawas. Hal itu berdasar pengujian internal Suzuki dengan metode berstandar Eruro 4 seperti yang dilakukan di negara-negara Eropa, dengan kondisi di berbagai medan dan kedaaan, serta dalam kondisi mengangkut beban secara maksimal.

Sedangkan dengan radius putarnya 4,4 m sehingga memudahkan pengemudi saat harus bermanuver. Artinya, kenyamanan tidak hanya dirasakan penumpang tetapi juga pengemudi. Walhasil, kerja menggunakan angkot berbasis pikap Carry ini bakal lebih nyaman sehingga keuntungan yang didapat bisa maksimal.

Kapasitas angkut yang besar karena dimensi ukuran yang lebih besar, dan mesin baru yang lebih irit menjadikan angkot berbasis pikap Carry lebih menguntungkan – dok.Motoris

Terlebih biaya perawatan hingga 50 kilometer dan biaya jasa servis pikap Carry juga terbilang murah. Bahkan, jika dibanding dengan versi lawas hanya selisih Rp 10.000 lebih mahal.

Hal itu diunngkapkan Head of 4W Service PT SIS Imam Sayuti, “Secara keseluruhan, biaya servis New Carry Pick-up sampai 50.000 kilometer dari hitungan riil kami, hanya Rp 2,3 juta, Ini meliputi pembelian suku cadang, Suzuki Genuine Oil (SGO), dan tidak termasuk biaya jasa pengerjaan servis,” papar Imam.

Sedangkan biaya jasa servis sepanjang penggunaan hingga 50.000 kilometer hanya Rp 2,1 jutaan. Artinya, keuntungan yang diperoleh pembeli pikap ini hingga masa tersebut juga semakin besar. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This