Pembeli Skutrik Gesits Diminta Tak Khawatir Soal STNK

Pembeli Skutrik Gesits Diminta Tak Khawatir Soal STNK
Skuter lisrik (Skutrik) buatan anak negeri, Gesits, yang diluncurkan di IIMS 2019 resmi dipasarkan - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Produsen sepeda motoris listrik buatan anak negeri, Gesits – PT Gesits Technologies Indo – memastikan skuter listrik (skutrik) meminta pembeli skutrik Gesits tak khawatir mendapatkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) jika telah membelinya. Kini, acuan penetapan penerbitan STNK sudah ada.

Menurut Chief Executive Officer PT Gesits Technologies Indo, Harun Sjech, pihaknya telah mengantongi surat lolos uji tipe dari Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (Balai PLJSKB) Kementerian Perhubungan. Surat ini menjadi salah satu acuan penerbitan STNK.

“Coba lihat nih, ini surat yang diterbitkan, Jumat (3/5/209) dari Balai tersebut. Dengan begitu acuan untuk menetapkan harga on the road skutik listrik Gesits ini juga sudah ada. Konsumen tidak usah khawatir. Ini buktinya (foto selembar surat keputusan dari BPLJSKB Kemenhub tertanggal 3 Mei 2019),” tutur dia saat ditemui di booth Gesits di IIMS 2019, JiExpo, Jakarta, sembari memperlihatkan foto surat BPLJSKB tersebut, Jumat (3/5/2019).

Penerbitan tanda lolos uji itu juga menjadi acuan berapa kapasitas baterai yang diusung Gesits berikut tenaga yang dihasilkan. Jika dikonversi ke motor konvensional, lanjut Harun, besaran daya baterai maupun motor listrik yang digunakan Gesits itu setara dengan skutik konvensional 125cc.

Biaya operasional Gesits diklaim leih irit hingga 70% dibanding biaya yang sama untuk motor konvensional – dok.Motoris

Hanya, soal berapa harga on the road yang bakal dipatok perusahaannya, Harun masih enggan menyebutkan. Dia hanya menegaskan, harga on the road, tidak akan jauh dari kisaran harga off the road saat ini.

“Karena kita perlu promosi. Kita perlu insentif kepada masyarakat, selain edukasi. Karena kalau masyarakat benar-benar paham keuntungan menggunakan motor lustrik ini, maka banyak manfaat yang juga diterima negara,” kata Harun.

Keuntungan masyarakat
Keuntungan yang diterima masyarakat, lanjut Harun, antara lain gaya desain dan tampilan yang bergaya tak laha dengan motor sejenis yang mengusung mesin pembakaran internal. Kedua, biaya operasional yang lebih murah dibanding motor konvensional itu.

“Hasil pengujian dari tim kami, dengan besaran tarif dasar listrik yang ada saat ini, proses pengecasan baterai yang singkat, dan daya jelajah motor jika baterai terisi penuh yang mencapai 50 kilometer, serta biaya perawatan, maka ongkos kepemilikan skutrik Gesits ini 70% lebih murah,” ungkap Harun.

Varian warna putih Skutrik Gesits di IIMS 2019 – dok.Motoris

Rendahnya biaya perawatan dan operasional itu dikarenakan pemilik motor tak perlu ganti oli mesin. Sementara ongkos perawatan juga murah. “Ini yang perlu dikomunikasikan ke masyarakat. Biar kendaraan listrik memasyarakat, sehingga lingkungan bersih, sumberdaya pemabngkit listrik nasional juga terserap produknya dan lain-lain. Masyarakat untung, negara kita juga untung. Banyak manfaat,” kata dia.

Oleh karena itu, di ajangIIMS 2019 kali ini Gesits hanya dibanderol Rp 23, 5 juta off the road. Sedangkan harga normlnya disebut Rp 24,95 jutaan. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This